Selasa, 2 Juni 2026

Penanganan Covid

Setahun Covid-19 di DKI Masih Tinggi, Epidemiolog Singgung Masalah Kepemimpinan

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menguraikan, pelacakan Covid-19 itu idealnya 1 banding 33.

Tayang:
Editor: Hasanudin Aco
WARTAKOTA/Angga Bhagya Nugraha
Petugas memakai Alat Pelindungan Diri (APD) membawa poster yang terlulis update perkembangan kasus positive Covid-19 di Halte Transjakarta Harmoni, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2020). Tim Gugus Covid-19 DKI Jakarta melaporkan adanya 357 kasus baru pasien positif Covid-19 pada hari ini. Hingga jumlah total kasus positif sudah mencapai 23.266 orang. Aksi menunjukan poster tersebut sebagai bentuk pengingat kepada warga Jakarta agar tetap mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas diluar ruangan. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha) 

"Pengawasan yang tidak ketat dan banyak komunitas, seperti di pasar yang tidak taat protokol kesehatan, juga masyarakat yang kumpul-kumpul di lingkungan, pinggir jalan," kata Gilbert.

Sementara itu, menurut situs corona.jakarta.go.id, jumlah orang yang dites PCR di Jakarta pekan ini tidak menyentuh angka 10.000 per hari.

Pada Senin (1/3/2021), total orang yang dites PCR sebanyak 8.104. Besoknya, sebanyak 8.267 orang yang dites dengan metode yang sama.

Hal ini bertentangan dengan target yang pernah dicanangkan Pemprov DKI.

Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria mengatakan, Pemprov menargetkan testing Covid-19 di Ibu Kota 10.000 per hari.

"Kita tingkatkan terus jumlahnya (testing) dari yang 5.000 (orang per hari), 6.000 (orang per hari), sudah mencapai rata-rata per hari bisa 8.000-9.000. Kita akan terus mengejar sampai 10.000 (orang) per hari," ujar Ariza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2020).

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Setahun Covid-19 di DKI, Epidemiolog Sebut Pemprov Belum Serius Tangani Pandemi

Sumber: TribunJakarta
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved