Breaking News:

Anah, Kader Jumantik Korban Penembakan di Ciracas, Dikenal Rajin Kontrol Jentik Nyamuk dan Humoris

Ketua RT ungkap sosok Anah, ibu hamil kader jumantik yang jadi korban penembakan di Ciracas, dikenal rajin kontrol jentik nyamuk dan humoris.

TribunJakarta/Bima Putra
Korban penembakan Anah (jilbab merah) pingsan saat pulang ke rumahnya di Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (28/3/2021). Terbaru polisi memastikan pelaku menembak Anah dari jarak jauh. 

Bukan tanpa sebab, para kader Jumantik yang diangkat pihak Kelurahan sesuai domisili merupakan ujung tombak pencegahan penyebaran DBD yang termasuk penyakit endemik di Indonesia.

Jakarta sebagai Ibu Kota pun hingga kini tidak lepas dari ancaman penularan DBD, seruan pemerintah agar warga melakukan 3M tak sepenuhnya dipatuhi warga sehingga kasus terus bermunculan.

"Makannya kita menyesalkan kasus ini, terlepas ini peluru nyasar atau penembakan disengaja. Apalagi bu Anah dan dua kader Jumantik lainnya sekarang trauma. Kita mau mengusulkan agar mereka dapat pendampingan psikologis dari Puskesmas," sambung dia.

Anah (jilbab merah) saat pulang ke rumahnya usai menjalani operasi pengangkatan proyektil di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (28/3/2021).
Anah (jilbab merah) saat pulang ke rumahnya usai menjalani operasi pengangkatan proyektil di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (28/3/2021). (TribunJakarta/Bima Putra)

Dua kader Jumantik lain yang bersama Anah saat penembakan terjadi, Suharyani (48) dan Etik Wasenah (45) kini takut untuk beraktivitas di luar rumah, sekalipun pada siang hari karena trauma.

Mereka juga cenderung histeris bila mendengar suara letupan karena beberapa saat sebelum Anah mengalami pendarahan cukup parah mereka mendengar suara letupan senjata api.

"Bu Anah sekarang kondisinya masih trauma dan belum bisa ditemui banyak orang. Hari Jumat (26/3/2021) lalu sudah operasi pengangkatan proyektil di RS Polri Kramat Jati, keterangan suaminya yang melihat peluru bentuk pelurunya itu tajam," kata Joko.

Polisi : Tidak Ditemukan Indikasi Kasus Anah Kena Peluru Nyasar

Kapolsek Ciracas Kompol Jupriono mengatakan dari hasil penyelidikan sementara jajarannya tidak ditemukan adanya indikasi bahwa kasus penembakan Anah merupakan peluru nyasar.

Tapi pihaknya juga belum bisa memastikan apa kasus penembakan tersebut terencana sebagaimana dugaan sejumlah warga karena kasus masih dalam penyelidikan.

"Kami belum bisa mengambil kesimpulan saat ini, karena memang kami masih terus melakukan penyelidikan ini apa motifnya. Kemudian siapa yang melakukan," kata Jupriono.

Halaman
1234
Penulis: Theresia Felisiani
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved