Breaking News:

Arus Balik Mudik Lebaran

Kapolda Tegaskan Ganti Kapolsek yang Tak Turun Langsung Awasi Pos Penyekatan Arus Balik

Jika jajarannya berhasil menekan Covid-19 di wilayahnya, Yusri mengatakan akan ada reward bagi mereka.

Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda
Jumat (7/5/2021) atau hari ke-2 larangan mudik Lebaran, aparat gabungan dari jajaran TNI-Polri serta Dishub kota Depok menggelar penyekatan pemudik. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran memberikan instruksi kepada kapolsek dan bhabinkamtibmas yang ada di Polres Bekasi Kota dan Polres Bekasi Kabupaten. Fadil membicarakan soal penyekatan arus balik mudik.

"Kapolsek memang diharuskan dan diwajibkan turun ke lapangan. Jangan cuma dengar dengan dari Bhabinkamtibmas saja, terus tidur. Ini yang dicek oleh Pak Kapolda," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Selasa (25/5/2021).

Jika jajarannya berhasil menekan Covid-19 di wilayahnya, Yusri mengatakan akan ada reward bagi mereka.

"Tapi punishment juga (ada) bagi kapolsek yang tidak turun," tambahnya.

Yusri mengatakan soal hukuman bagi kapolsek yang tidak turun langsung menangani Covid-19.

"Kemungkinan akan diganti. Kapolda memang tegas menyampaikan," sambungnya.

Sebelumnya, Polisi kembali memperpanjang penyekatan arus mudik hingga 31 Mei 2021 guna mengantisipasi lonjakan terhadap kasus positif Covid-19 usai libur Idul Fitri Lebaran 1442 H.

"Kita perpanjang hingga 31 Mei dan belum ada perintah untuk menghentikan penyekatan," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran di JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (24/5/2021).

Walaupun operasi ketupat jaya sudah selesai pada 18 Mei 2021, langkah antisipasi terhadap warga yang baru tiba dari kampung halaman tetap dilakukan.

"Kita tetap siap dalam menjaga Jakarta agar tetap sehat," pungkasnya.

Halaman
12
Penulis: Reza Deni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved