Breaking News:

Pengembangan Kasus Aborsi, Polsek Balajara Tangkap Penjual Obat Penggugur Kandungan Online di Demak 

Jual obat penggugur kandungan secara online, dengan omzet Rp 500 ribu per bulan, seorang pria di Demak ditangkap jajaran Polsek Balaraja.

liberationnews.org
Ilustrasi ibu hamil. 

TRIBUNNEWS.COM, BALARAJA - Seorang pria inisial S (43) warga Demak, Jawa Tengah harus berurusan dengan polisi.

Jajaran Polsek Balaraja, Kabupaten Tangerang menciduk S yang kedapatan menjual obat penggugur secara daring atau online.

Kanit Reskrim Polsek Balaraja Ipda Jarot Sudarsono mengatakan, penangkapan S merupakan pengembangan ungkap kasus aborsi di wilayahnya.

"S ditangkap di Jawa Tengah, setelah terbukti menjual obat penggugur kandungan kepada sepasang kekasih," jelas Jarot saat dihubungi, Senin (31/5/2021).

"Sebelumnya, sepasang kekasih ini melakukan aborsi menggunakan obat tersebut disalah satu rumah wilayah hukum Polsek Balaraja," sambungnya.

Baca juga: Pecah Ban, Mobil GrandMax Terguling di Tol Tangerang-Merak

Dari penangkapan S, polisi mendapatkan sejumlah barang bukti berupa 13 butir Pil Opistan, 15 butir Pil Merk Cytotec (obat penggugur kandungan), 340 butir kapsul Lancar haid Merk Tiau Keng Poo.

Kemudian, 14 butir pil Merk Mefenamic Acid, 14 butir pil merk Amoxcillin, 7 butir pil merk Gastrul, dan berbagai macam alat bantu seks dan obat kuat impor.

"Kami amankan berbagai macam obat, dan juga alat kontrasepsi impor. Kami juga amankan uang senilai Rp 500 ribu yang merupakan hasil penjualan obat penggugur kandungan," terang Jarot.

Baca juga: Petugas Tutup Gerai Jakcloth di Tangerang karena Picu Kerumunan saat Gelar Diskon Besar-besaran

Dari hasil pemeriksaan, bisnis obat terlarang itu sudah dilakukannya selama lebih dari empat tahun.

Penjualannya pun melalui online dan pemesanan dilakukan menggunakan aplikasi WhatsApp.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved