Sabtu, 30 Agustus 2025

Kerumunan Massa di Acara Rizieq Shihab

Puluhan Massa Simpatisan Rizieq Shihab Diamankan Polisi saat Kericuhan di PT DKI Jakarta

ada sekitar 20 massa yang diduga simpatisan terdakwa Muhammad Rizieq Shihab (MRS) yang diamankan saat terjadi kericuhan di sekitaran Pengadilan Tinggi

Editor: Johnson Simanjuntak
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Kericuhan yang terjadi antara diduga massa simpatisan dengan aparat keamanan gabungan dari unsur TNI-Polri di depan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, seraya sidang putusan banding Muhammad Rizieq Shihab (MRS) perkara hasil swab test RS UMMI, Senin (30/8/2021) 

Namun, massa yang terluka akan mendapat perawatan di Polda Metro Jaya.

"Karena di Polda juga ada tim kesehatan yang bisa juga melakukan perawatan," tukasnya.

Untuk saat ini, kondisi di sekitaran lokasi kata dia sudah terkendali dan sudah kondusif.

Bahkan, arus lalu lintas yang sebelumnya ditutup, kini sudah kembali dibuka untuk dapat dilintasi para pengendara.

Diketahui, ratusan massa yang diduga simpatisan dari Muhammad Rizieq Shihab (MRS) terlibat kericuhan dengan aparat keamanan gabungan yang tergabung dari unsur TNI-Polri.

Kericuhan ini terjadi seraya dengan persidangan banding putusan Rizieq Shihab atas perkara hasil swab test palsu di Rumah Sakit (RS) UMMI, Bogor.

Berdasarkan pantauan Tribunnews.com, di lokasi, sekira pukul 11.30 WIB, ratusan simpatisan tersebut datang dari arah perempatan ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat.

Mereka terlihat memaksa masuk barikade yang dibangun oleh aparat keamanan untuk datang langsung ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Namun, aparat keamanan yang berjaga di lokasi langsung mencoba menahan para simpatisan tersebut.

Kendati begitu, simpatisan yang tergabung dan didominasi kaum laki-laki itu bersikeras untuk memaksa masuk.

Akhirnya aksi saling dorong antara massa simpatisan dengan aparat keamanan terjadi, namun kondisi tersebut malah membuat simpatisan memanas.

Akhirnya, kericuhan tak terhindarkan, simpatisan tersebut terlihat melempari batu ke arah petugas keamanan.

Menindaklanjuti lemparan tersebut, aparat keamanan langsung menembakkan gas air mata ke arah simpatisan, hanya berlangsung sekitar 20 menit, seluruh simpatisan tersebut meninggalkan lokasi.

Terlihat, beberapa simpatisan diamankan aparat keamanan, karena didapati melawan petugas serta beberapa orang terlihat terluka di bagian wajah saat digelandang ke mobil polisi.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan