Breaking News:

Pinjaman Online

UPDATE: Penggerebekan Pinjol, Polda Metro Tetapkan Direktur PT ITN dan 2 Orang Lain jadi Tersangka

Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, saat ini pihaknya telah menetapkan tiga orang tersangka atas penangkapan puluhan karyawan PT ITN itu.

Dok Polres jakarta Pusat
Karyawan kantor pinjaman online (pinjol) di Cengkareng, Jawa barat, Rabu (13/10/2021) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya menyampaikan update terkait dengan diamankannya puluhan keryawan perusahaan yang bergerak pada sektor Pinjaman Online (Pinjol) yang beroperasi di di Ruko Crown Blok C1-7, Green Lake City, Cipondoh, Tangerang.

Diketahui jajaran Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat melalukan penggerebekan terhadap perusahaan PT Indo Tekno Nusantara (ITN) yang sejak 2018 lalu bergerak di bidang penagihan utang untuk aplikasi pinjol.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, saat ini pihaknya telah menetapkan tiga orang tersangka atas penangkapan puluhan karyawan PT ITN itu.

"Kemarin sudah disaksikan penggerebekan di Green Lake Tangerang, diamankan 32 orang di sana kemudian dibawa ke Polda metro dari 32 orang, 3 orang ditetapkan sebagai tersangka," kata Yusri kepada awak media di Polda Metro Jaya, Jumat (15/10/2021).

Yusri membeberkan ketiga orang tersebut berinisial P, MAF dan RW.

Tim Krimsus Satreksrim Polres Metro Jakarta Barat menggerebek kantor fintech penyedia pinjaman online ilegal di Sedayu Square Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (13/10/2021).
Tim Krimsus Satreksrim Polres Metro Jakarta Barat menggerebek kantor fintech penyedia pinjaman online ilegal di Sedayu Square Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (13/10/2021). (Dok. Polres Metro Jakbar)

Adapun P di perusahaan tersebut menjabat sebagai Direktur, selanjutnya MAF dan RW bertugas melakukan penagihan pinjaman dengan mengirim foto korban dengan foto pornografi.

Baca juga: Profil PT Indo Tekno Nusantara, Perusahaan Penagih Pinjol yang Digerebek Polisi, Ini Pendirinya

"Yang pertama inisial P, adalah direktur PT ITN bertanggungjawab atas kegiatan Pinjol ilegal. Saudara RW menagih pinjaman dengan mengirim foto korban sama yang dilakukan MAF," beber Yusri.

Adapun untuk sisa para karyawan yang diamankan kemarin kata Yusri, diterapkan untuk wajib lapor.

Adapun untuk para tersangka tersebut dikenakan pasal 35 Juncto Pasal 51 dan Pasal 27 Juncto pasal 45 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Tim Krimsus Satreksrim Polres Metro Jakarta Barat menggerebek kantor fintech penyedia pinjaman online ilegal di Sedayu Square Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (13/10/2021).
Tim Krimsus Satreksrim Polres Metro Jakarta Barat menggerebek kantor fintech penyedia pinjaman online ilegal di Sedayu Square Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (13/10/2021). (Dok. Polres Metro Jakbar)

Namun, Yusri mengatakan pihaknya masih akan melakukan pendalaman pemeriksaan guna mengungkap adanya kemungkinan tersangka lainnya.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved