Selasa, 9 Juni 2026

Nama Jalan di Ibukota

Sosok Mualim Teko, Namanya Dipilih Anies Baswedan Jadi Nama Jalan di PIK

Siapakah sosok Mualim Teko? Nama Mualim Teko dipilih Anies Baswedan menjadi nama jalan di PIK.

Tayang:
TRIBUNNEWS.com Dany Permana/TribunJakarta.com Gerald Leonardo Agustino
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (kiri), dan nama ruas jalan di PIK yang diganti menjadi Jalan Mualim Teko (kanan). Siapakah sosok Mualim Teko? 

TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 22 nama jalan, dua nama gedung, dan sejumlah zona, serta nama kampung di ibu kota, diganti Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, melalui dinas terkait.

Penggantian nama ini resmi dilakukan pada Senin (20/6/2022).

Satu di antaranya, penetapan nama Jalan Mualim Teko untuk ruas jalan di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK).

Budayawan Betawi, Ridwan Saidi, mengungkapkan siapa sosok Mualim Teko sebenarnya.

Ia mengatakan, Mualim Teko adalah seorang ulama tersohor dari abad ke-10.

Baca juga: Cara Lapor Diri PPDB Online SMP Jakarta Jalur KJP Plus hingga PIP, Terakhir Hari Ini

Pemilihan nama Mualim Teko pada ruas jalan tersebut karena memang yang bersangkutan pernah tinggal di sekitar Kapuk Muara.

"Mualim Teko tinggalnya di Gang Teko, Kapuk Muara. Dijiuluki 'Teko', bagaikan sumber air yang mengalir terus," kata Babeh Saidi kepada TribunJakarta.com, Kamis (23/6/2022).

Sejarah soal Mualim Teko telah ditelusuri Babeh Saidi dari ensiklopedia Persia.

Dari dokumen tersebut, terungkap bahwa Mualim Teko wafat pada sekitar tahun 983 masehi.

Nama aslinya Abu Nasr bin Ibrahim, namun masyarakat di Kapuk Muara kala itu memanggilnya Mualim Teko.

"Kok bisa ensiklopedia Persia? Karena orang Persia itu kalo merantau ada yang menjadi penduduk, ada yang kembali," kata Saidi.

"Itu (yang menulis) termasuk mereka yang bertemu langsung dengan Mualim Teko pada zaman itu," jelasnya lagi.

Cetak biru kehidupan Mualim Teko di Batavia juga sempat ditemukan negarawan Hindia Belanda, Thomas Raffles, di kawasan Salemba dalam bentuk dua kitab.

Meski tak menyebutkan tahun penemuannya, Babeh Saidi mengatakan dua kitab yang ditemukan Raffles berisi tulisan-tulisan penting Mualim Teko terkait ajaran Islam.

"Kitab pertama itu judulnya 'Baca-bacaan', isinya itu doa-doa dalam Bahasa Betawi," ungkap Saidi.

Baca juga: Sebaran 1.907 Kasus Corona di Indonesia 23 Juni 2022: DKI Jakarta 1.054 Kasus, 8 Provinsi 0 Kasus

Sumber: TribunJakarta
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved