Sekeluarga Tewas di Jakarta Barat

Keluarga yang Ditemukan Tewas di Kalideres Mapan Secara Ekonomi dan Bukan Penerima Bansos

Asiung menjelaskan, hal itu terlihat dari sejumlah harta yang dimiliki keluarga tersebut mulai dari rumah hingga kendaraan roda dua dan roda empat.

Tribunnews.com/Ibriza
Asiung, Ketua RT 007/015, Kelurahan Kalideres Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, saat diwawancarai, Minggu (13/11/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahmi Ramadhan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Satu keluarga yang ditemukan tewas di Perumahan Citra Garden I Ekstension, Kalideres, Jakarta Barat diketahui merupakan keluarga yang mapan dari segi finansial dan bukan penerima bantuan sosial.

Ketua RT07/15 Perumahan Citra Garden I Ekstension, Asiung menjelaskan, hal itu terlihat dari sejumlah harta yang dimiliki keluarga tersebut mulai dari rumah hingga kendaraan roda dua dan roda empat.

"Saya katakan ini keluarga mapan, punya mobil punya motor dan bukan keluarga penerima bansos (bantuan sosial)," jelas Asiung kepada wartawan, Minggu (13/11/2022).

Selain itu, dikatakan Asiung terkait kepemilikan mobil dan motor itu tak hanya diketahui oleh dirinya saja, warga sekitar pun disebutnya juga mengetahui perihal harta yang dimiliki oleh satu keluarga tersebut.

Sementara itu, Asiung juga kerap beberapa kali melihat KM (66) yang merupakan istri sekaligus korban tewas bersama DF (42) anaknya berbelanja keperluan dapur.

Baca juga: Satu Keluarga Meninggal di Kalideres Akan Dikremasi, Ketua RT: Belum Tahu Abunya Dilarung atau Tidak

"Punya mobil dan motor yang kadang kadang sebelum kejadian suka ke pasar ibu dan anak ini," ucapnya.

Korban Tewas Sudah Lama Tak Makan

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Pasma Royce menyebut dari hasil pemeriksaan dokter forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur, keempat orang yang tewas itu sudah lama tidak mendapat asupan makanan maupun minuman.

"Berdasarkan pemeriksaan bahwa dari lambung para mayat ini tidak ada makanan, jadi bisa diduga berdasarkan pemeriksaan dari dokter bahwa mayat ini tidak ada makan dan minum cukup lama, karena dari otot ototnya sudah mengecil," ucap Pasma.

Pasma menyebut keempat jenazah itu sudah meninggal dunia sejak tiga minggu yabg lalu sehingga saat ditemukan jasadnya sudah membusuk.

"Jadi itu dari bapaknya, ibunya, iparnya semuanya di waktu berbeda meninggalnya, sehingga pembusukannya masing-masing berbeda-beda," ungkapnya.

Lebih lanjut, Pasma juga mengungkapkan bahwa pihaknya tak menemuka ada bercak darah di lokasi penemuan keempat mayat tersebut.

Selain itu, kata Pasma, kondisi rumah juga dalam keadaan rapi, tidak berantakan, serta layak untuk ditinggali.

Halaman
12
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved