Sekeluarga Tewas di Jakarta Barat

Polisi Akui Banyak Teka-teki Kasus Tewasnya Satu Keluarga di Kalideres, Termasuk Mobil yang Dijual

Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan pendalaman itu dilakukan termasuk soal aliran dana penjualan sejumlah barang tersebut.

Tribunnews.com/Rahmad W Nugraha
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan pihak kepolisian gunakan alat canggih untuk menyelidiki kasus tewasnya satu keluarga meninggal di Kalideres, Rabu (16/11/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdi Ryanda Shakti

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi hingga kini masih mendalami terkait sejumlah barang elektronik hingga mobil milik keluarga yang tewas Kalideres, Jakarta Barat.

Mobil tersebut  kini sudah dijual.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan pendalaman itu dilakukan termasuk soal aliran dana penjualan sejumlah barang tersebut.

"Iya itu sedang kita dalami. Sabar masih banyak teka-teki tapi yakinlah kita tetap bekerja untuk mencapai kesimpulan," kata Hengki kepada wartawan, Kamis (24/11/2022).

Hengki menjelaskan bahwa saat barang elektronik yang dijual, sang pembeli tidak diperkenankan masuk ke dalam rumah.

Baca juga: Polisi Sebut Keluarga Kalideres Jual Barang Berharga, Tapi Pembelinya Tak Diperkenankan Masuk Rumah

Barang-barang tersebut sudah disiapkan di luar rumah untuk melakukan transaksi dengan pembelinya.

"Kemudian kira ketemu lagi yang lain oh dia menghubungi untuk menjual barang segala macam. Sempat masuk atau tidak? Oh ternyata barangnya sudah disiapkan di luar tinggal ngambil. Jadi ini bener-bener interkolaborasi kita kedepankan scientific crime investigation," ucapnya.

Bantah Ada Pencurian

Polisi mengungkapkan barang-barang milik satu keluarga yang tewas di Kalideres, Jakarta Barat yang hilang ternyata bukan dicuri, melainkan dijual.

Fakta ini diketahui setelah polisi mengecek handphone milik korban lewat proses digital forensik.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi menyebut korban sempat menghubungi sebuah nomor untuk menjual barang-barang yang ada di rumah.

"Ternyata yang bersangkutan pernah menghubungi salah satu nomor ini terkait penjualan barang-barang yang ada di rumah, apakah itu mobil kendaraan, kemudian penjualan AC, kulkas, blender, TV," kata Hengki di Polda Metro Jaya, Senin (21/11/2022).

Dengan fakta ini, kata Hengki, maka isu yang sempat beredar bahwa barang-barang milik keluarga itu telah dicuri tidak terbukti.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved