Roy Suryo dan Stupa Borobudur

Roy Suryo Heran Polda Metro Tak Temukan Pengunggah Pertama Meme Stupa Borobudur Mirip Jokowi

Pakar telematika sekaligus terdakwa dugaan penistaan agama, Roy Suryo heran atas kesaksian dua analis siber Polda Metro Jaya. 

Penulis: Ashri Fadilla
Editor: Johnson Simanjuntak
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
Mantan Menpora Roy Suryo menjalani sidang lanjutan terkait perkara penistaan agama soal meme stupa Candi Borobudur mirip Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Jumat (9/12/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar telematika sekaligus terdakwa dugaan penistaan agama, Roy Suryo heran atas kesaksian dua analis siber Polda Metro Jaya

Dalam kesaksiannya, dua analis itu mengaku tak menemukan identitas tiga akun pengunggah pertama meme stupa Borobudur mirip Jokowi di Twitter. Ketiga akun tersebut yaitu @IrutPagut @NewOpang dan @fly_free_DY. 

Padahal, dia sudah memperoleh identitas tiga pemilik akun tersebut, lengkap dengan alamat dan nomor ponselnya. 

Temuan itu pun kemudian dia laporkan ke Polda Metro Jaya pada tanggal 16 Juni 2022.

"16 Juni saya melaporkan semua akun lengkap dengan nomor telepon dan alamatnya," kata Roy Suryo di dalam persidangan pada Jumat (9/12/2022). 

Oleh sebab itu, dia merasa heran bila dua analis tersebut tak bisa menemukan identitas pemilik akun yang dimaksud.

"Makanya saya aneh, analis forensik tidak bisa menemukan." 

Sebelumnya, analis siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengungkapkan pernah melakukan penelusuran identitas terhadap tiga akun pertama pengungah meme stupa Borobudur mirip Presiden Joko Widodo. 

Hal itu terungkap di dalam sidang lanjutan perkara yang menyeret Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat. 

Penelusuran identitas dilakukan terhadap tiga akun Twitter, yaitu @IrutPagut @NewOpang dan @fly_free_DY.

"Ada tiga akun medsos (media sosial)," ujar analis Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Subdit IV, Arif sebagai saksi di persidangan pada Senin (21/11/2022). 

Identitas yang dikejar dari ketiga akun tersebut berupa IP address, nomor telepon, dan email. 

Dalam kesaksiannya, Arif menyebutkan telah melakukan request atau permintaan kepada pihak Law Enforcement Twitter untuk memperoleh informasi identitas tersebut. 

Baca juga: Minta Maaf soal Meme Stupa Candi Borobudur, Roy Suryo: Bukan Mengaku Salah, Tapi Tanggungjawab

Permintaan itu dilakukannya lantaran ketiga akun dianggap sebagai anonim atau tidak memiliki profil yang jelas.

Halaman
12
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved