Sosok Lansia yang Berteriak 'Teroris' ke Wanita di Halte Jakbar, Ternyata Hidup Sebatang Kara
Berikut sosok JPH (69), seorang lansia yang meneriaki wanita berinisial SH (22) sebagai teroris di Halte Taman Anggrek, Grogol Petamburan, Jakbar.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Garudea Prabawati
TRIBUNNEWS.COM - Berikut sosok JPH (69), seorang lanjut usia (lansia) yang meneriaki wanita berinisial SH (22) sebagai teroris di Halte Taman Anggrek, Grogol Petamburan, Jakarta Barat (Jakbar), Kamis (29/5/2025) lalu.
Setelah polisi melakukan penangkapan dan pemeriksaan, diketahui bahwa pelaku ternyata hidup sebatang kara di sebuah indekos wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Sebagaimana dikutip dari Warta Kota, JPH sudah terlihat ringkih dan sulit berjalan cepat sehingga perlu dituntun.
JPH juga tampak bergetar ketika meminta maaf kepada SH di Mapolsek Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Ia juga menyatakan bahwa satu-satunya transportasi yang mampu dinaikinya untuk berpergian hanyalah Transjakarta.
"Dalam hal ini, saya berjanji tidak akan mengulangi lagi kepada siapa pun di busway, karena transportasi saya cuma busway," kata JPH, Selasa (10/6/2025).
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, Jakarta Barat, AKP Muhammad Aprino Tamara mengatakan, alasan pelaku melakukan tindakan tidak terpujinya itu lantaran tersulut emosi.
Apalagi, dirinya sedang menghadapi masalah kehidupan yang pelik.
"Dia merasa pada saat itu dibilang ini belum sarapan, terus juga buru-buru mau ngambil bansos (bantuan sosial) bulanan," kata Aprino saat ditemui di Mapolsek Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Selasa.
"Kemudian juga tertekan kebutuhan ekonomi karena belum bawa bayar kos sampai bulan ini," imbuhnya.
Sementara itu, kata-kata teroris keluar dari mulut JPH secara spontan.
Baca juga: Ternyata Ini yang Buat Lansia Teriaki Penumpang ‘Teroris’ di Halte TransJakarta, Ada Kaitan Bansos
Lebih lanjut, Aprino mengatakan bahwa pelaku tidak terindikasi orang dalam gangguan jiwa (ODGJ).
Ia bahkan bekerja di salah satu gereja di wilayah Jakarta Pusat dan saat berurusan dengan polisi, JPH tampak tidak dikunjungi oleh satu pun keluarganya.
Hal itu seakan membenarkan bahwa pelaku selama ini tinggal seorang diri.
"Pelaku adalah sebatang kara, sudah berumuran sekitar 60-an. Jadi, tinggal Jakarta sendiri dan bekerja di salah satu gereja di Jakarta Pusat," pungkasnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.