Minggu, 31 Agustus 2025

Bekasi Diselimuti Kabut, BMKG Ungkap 3 Penyebab: Fenomena 'Bekaswiss' Bisa Terjadi Lagi?

BMKG beberkan 3 penyebab kabut di Bekasi. Fenomena viral ‘Bekaswiss’ bisa terjadi lagi jika hujan dan kelembaban tinggi berulang.

Dokumentasi Warga Bekasi/FAJAR SUKMA
KEMUNCULAN KABUT - Kemunculan kabut di Perumahan Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat yang diabadikan warga, Minggu(29/6/2025). Kabut menyelimuti Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (29/6/2025). Warganet menyebutnya "Bekaswiss". 

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI – Fenomena kabut tipis yang menyelimuti Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (29/6/2025) menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Cuaca yang biasanya panas berubah menjadi sejuk dan mendung sepanjang hari, memunculkan julukan viral: “Bekaswiss.”

Warganet menyamakan Bekasi dengan Swiss, negara yang dikenal dengan pemandangan berkabut, udara dingin, dan suasana tenang. 

Unggahan meme hingga komentar satir pun membanjiri platform seperti X (dulu Twitter), menjadikan kata “Bekaswiss” trending secara nasional.

Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto, memberikan penjelasan ilmiah soal fenomena kabut tersebut. Ia menyebut ada tiga faktor utama penyebab Bekasi berkabut dan cuaca terasa lebih sejuk dari biasanya.

“Ini fenomena normal saat musim hujan dengan angin tenang dan curah hujan tinggi,” jelas Guswanto, Senin (30/6/2025).

BERKABUT - Kemunculan kabut di Cilebut, Sukaraja Bogor, Jawa Barat, Minggu(29/6/2025).
BERKABUT - Kemunculan kabut di Cilebut, Sukaraja Bogor, Jawa Barat, Minggu(29/6/2025). (Tribunnews.com/Willy Widianto)

Baca juga: BREAKING NEWS Warga di Bekasi, Depok dan Bogor Laporkan Kemunculan Kabut Tebal, Ada Fenomena Apa?

BMKG Ungkap 3 Penyebab Bekasi Berkabut:

Hujan

“Hujan dapat menyebabkan suhu menjadi lebih sejuk dan kelembaban meningkat,” ujarnya.

Kelembaban Tinggi

“Kelembaban yang tinggi membuat udara terasa lebih dingin dan berkabut.”

Pergerakan Angin

“Meskipun angin relatif tenang, tetap bisa membawa udara sejuk dan lembab ke wilayah tersebut,” kata Guswanto.

Kabut Bisa Terjadi Lagi?

BMKG memprediksi bahwa kabut serupa berpotensi muncul kembali, terutama pada malam hari, ketika suhu udara menurun dan kelembaban meningkat.

Kombinasi ini kerap terjadi pada musim hujan dengan kondisi angin yang tenang.

“Kabut mungkin akan muncul kembali pada malam hari karena kelembaban tinggi dan suhu rendah,” lanjutnya.

Baca juga: 5 Fakta Cuaca Berkabut di Bekasi yang Viral hingga Dijuluki ‘Bekaswiss’

5 Fakta Fenomena ‘Bekaswiss’ yang Viral di Media Sosial:

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan