Minggu, 31 Agustus 2025

Bayi Meninggal di RS Linggajati, Ayah Rela Tidak Kerja Demi Lihat Lahiran Anak yang Dinanti 7 Tahun

Pasangan suami istri asal Kelapa Gading, Jakarta Utara kehilangan bayinya saat melahirka di RSUD Linggajati, Kuningan, Jawa Barat

Editor: Erik S
Tribunnews/Mario Christian Sumampow
DUGAAN MALAPRAKTIK - Pasangan suami istri, Andi dan Irmawati yang kehilangan anaknya diduga malapraktik RS Linggajati, Kuningan, Jawa Barat saat ditemui di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (12/7/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Andi harus kehilangan buah hati pertamanya usai sang istri, Irmawati diduga terlambat ditangani oleh petugas medis RSUD Linggajati, Kuningan, Jawa Barat.

Sumber mata pencaharian Andi ia dapati dengan sehari-hari menjadi pengemudi ojek online atau ojol. Ia rela selama dua hari tidak 'tancap gas' guna menunggu proses persalinan sang istri.

"Dua hari menemani istri. Tidak bekerja, tidak ada pemasukan karena saya pengen langsung lihat anak saya, anak pertama," kata Andi saat diwawancara di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (12/7/2025).

Baca juga: Mengaku Korban Malapraktik hingga Lumpuh, IRT di Bekasi Ternyata Menderita TBC Tulang

Andi dan Irmawati sudah 7 tahun menikah. Selama itu juga mereka menaruh harap atas hadirnya anak pertama mereka.

Saking antusiasnya, ia tak tanggung-tanggung memberikan pelayanan terbaik untuk sang istri saat melakukan kontrol kandungan.

"Wah, senang banget soalnya kan kontrolnya saja, periksanya ke Bandung, ke dokter khusus. Anak pertama, sejak 7 tahun (pernikahan). Sudah dinanti-nanti," ujarnya.

Irmawati mengalami pecah ketuban dan dibawa ke IGD RSUD Linggajati pada Sabtu, 14 Juni 2025. Namun, ia tidak segera mendapat tindakan medis darurat dan baru menjalani operasi sesar pada Senin, 16 Juni. Bayinya dinyatakan meninggal dalam kandungan.

Sejumlah petinggi rumah sakit sudah mendatangi rumah Andi dan Irmawati. Mereka mengucapkan belasungkawa sekaligus memberikan uang santunan sebesar Rp5 juta.

Baca juga: Wali Kota Tri Adhianto Bantah Dugaan Malapraktik RSUD Kota Bekasi, MDP: Diproses Bila Korban Melapor

Uang santunan yang diberikan rumah sakit disebut Andi tidak cukup untuk menutup semua biaya pengeluaran.

"Wah, kalau ditotal enggak tahu berapa-berapanya. Cuman kan tenaga, materi, waktu. Ke Bandung saja, periksa, habis 5 juta buat obatnya saja. Belum ongkos, belum makan," ungkap Andi.

 

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan