Minggu, 31 Agustus 2025

Pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN

Akhir Pelarian 'Sopir Bos' di Rumah Oranye, Ahli IT di Balik Pembunuhan Kacab Bank BUMN

Dini hari itu Dusun Sendangrejo masih terlelap dalam sunyi. Jalanan yang biasanya lengang tak menunjukkan tanda-tanda luar biasa

|
Editor: Dodi Esvandi
Tribun Jateng/Reza Gustav
Lingkungan rumah bercat oranye di Sendangrejo, Nyatnyono, Ungaran Barat Kabupaten Semarang tampak sepi, Kamis (28/8/2025), beberapa hari setelah penangkapan tersangka. RS ditangkap di lokasi itu karena diduga terlibat dalam penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang BRI serta berperan sebagai penyusun tim pengintai dan IT. 

Ia dikenal sebagai pribadi bersahaja, suka bercanda, bahkan aktif dalam kegiatan kampung.

“Orangnya baik, suka guyon, nyanyi-nyanyi. Jumat kemarin masih ikut tirakatan HUT RI, sempat dapat hadiah kompor,” kenang Sriati Agus, tetangganya.

Namun, pekerjaan Rahmat selama ini memang misterius. 

Warga hanya tahu ia sering ke Jakarta sebagai “sopir bos.” 

Tak ada yang menyangka, di balik sikap ramah itu, ia adalah bagian dari jaringan kriminal yang merancang penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang BRI, Mohamad Ilham Pradipta.

Hasil penyelidikan Polda Metro Jaya mengungkap peran Rahmat bukan sekadar pelaku lapangan. 

Ia adalah penyusun tim pengintai dan ahli IT yang mengatur koordinasi antar pelaku. 

Rahmat membangun sistem digital untuk melacak rutinitas korban, memetakan titik-titik rawan, dan menyinkronkan aksi penculikan secara real-time.

Diduga, ia memanfaatkan pelacakan GPS, rekaman CCTV, hingga pengawasan digital untuk memastikan rencana berjalan mulus.

Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, menceritakan bahwa proses penangkapan Rahmat sempat mengalami hambatan. 

Awalnya, tim gabungan melakukan penggerebekan di rumah Rahmat yang berada di kawasan Candisari, Semarang

Namun, ia sudah lebih dulu melarikan diri sebelum petugas tiba.

“Tim kemudian mengejar RS ke lokasi persembunyian di Jalan Handayani, Dusun Sendangrejo, Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang,” ujar Ade Ary dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (27/8/2025).

Pengejaran itu membuahkan hasil. 

Rahmat berhasil ditangkap pada Minggu (24/8/2025) pukul 02.15 WIB, tanpa perlawanan. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan