Demo di Jakarta
Demo Tak Akan Setop Jika DPR Tetap Tuli, Pengamat: Jangan Sepelekan Rakyat, Jangan Tunggu Ada Korban
Pengamat mengatakan situasi sekarang ini sedang tidak kondusif, sehingga dia meminta agar DPR tidak menyepelekan tuntutan-tuntutan rakyat.
Penulis:
Rifqah
Editor:
Tiara Shelavie
Aparat pun melakukan dorongan maju dengan tameng, mahasiswa melawan dengan melemparkan petasan dan mengangkat barikade darurat dari papan kayu serta kursi jalanan. Suara sirene, ledakan gas air mata, dan teriakan bercampur jadi satu.
Oleh karena itu, Agung pun menilai, situasi sekarang ini sedang tidak kondusif, sehingga dia meminta agar DPR tidak menyepelekan tuntutan-tuntutan yang disampaikan oleh rakyat.
Menurut Agung, DPR harus segera bersikap, jangan menunggu ada korban lagi seperti driver ojol, Affan Kurniawan, yang tewas terlindas mobil Rantis Brimob saat demo.
"Situasi sekarang sedang nggak kondusif, jadi jangan main-main dengan aspirasi masyarakat. Sekecil apapun tuntutan mereka jangan disepelekan, jangan tunggu ada korban lagi," tegasnya.
Affan tewas saat hendak mengantar makanan pesanan pelanggannya dan menyeberang jalan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.
Dari arah belakang melaju kencang armada Rantis Brimob Polda Metro Jaya yang menabraknya dari belakang dengan keras lalu melindasnya. Sejumlah warga, demonstran, dan driver ojol lalu mengejarnya hingga Tugu Tani.
Affan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), tetapi nyawanya tidak tertolong.
Jenazah Affan dimakamkan di di TPU Karet Bivak bagian Blok AA1, Blad 1070, petak 0930.
Ada 7 pelaku anggota Brimob yang kini telah diamankan di Polda Metro Jaya, setelah insiden mobil barakuda menabrak dan melindas Affan hingga tewas.
Ketujuh anggota Brimob itu diketahui berpangkat Kompol hingga Bharaka dan kini mereka masih menjalani pemeriksaan di Mako Satbrimob Polda Metro Jaya di Kwitang, Senen, Jakarta Pusat.
Mereka adalah Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Bharaka Y, dan Bharaka D.
Tujuh orang itu dipastikan berada di dalam barakuda yang melindas Affan, tetapi belum diketahui pasti peran masing-masing pelaku karena polisi kini masih mendalaminya, termasuk mencari tahu siapa sopir yang mengendarai barakuda tersebut.
DPR Tak Temui Massa Demo
Saat demo terjadi, DPR sama sekali tidak menemui massa aksi di depan Gedung DPR RI, dengan alasan karena tidak terorganisirnya massa aksi dalam menyampaikan aspirasi.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal.
Aksi demo 25 Agustus yang berlangsung di depan Gedung DPR itu berakhir ricuh. Massa melempar botol air mineral, membakar kardus dan sampah, serta mencoba memanjat barikade polisi.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.