Demo di Jakarta
Eks Jenderal Polisi Sesalkan Brimob Lindas Ojol hingga Tewas: Rantis Bukan untuk Dorong Massa
Susno Duadji kritik penggunaan rantis dalam demo. Tewasnya Affan dinilai akibat kelalaian prosedur pengamanan massa oleh aparat.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Glery Lazuardi
Dengan begitu, aparat harus menempatkan diri sebagai pengayom, bukan lawan dari masyarakat yang sedang menyampaikan pendapat.
Gunakan Rantis Sesuai Fungsi
Terkait penggunaan rantis di lapangan, Susno menjelaskan bahwa kendaraan ini tetap diperlukan dalam pengamanan unjuk rasa.
Namun penempatannya tidak boleh digunakan untuk mengusir massa.
“Rantis digunakan untuk mengamankan unjuk rasa, tetapi bukan untuk mendorong membubarkan massa. Dia ditempatkan di suatu tempat tertentu sesuai dengan kondisi lapangan. Rantis di belakangnya. Jadi bukan untuk menggusur massa,” katanya.
Susno menambahkan, rantis dibeli menggunakan uang rakyat, begitu pula gaji aparat yang bersumber dari pajak masyarakat.
Oleh karena itu, seluruh perangkat negara harus mengingat bahwa keberadaan mereka adalah untuk melayani, bukan menakut-nakuti rakyat.
Kronologi Tewasnya Affan Kurniawan
Peristiwa tewasnya Affan Kurniawan itu terjadi pada Kamis (28/8/2025) malam.
Affan sedang mengantar pesanan makanan ke kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat. Ia terjebak kemacetan di sekitar Pejompongan, lokasi yang berdekatan dengan demonstrasi mahasiswa dan buruh di depan Gedung DPR RI.
Setelah massa buruh membubarkan diri, aksi lanjutan oleh mahasiswa dan masyarakat sipil berlangsung. Bentrokan kembali terjadi antara demonstran dan aparat Brimob. Suasana mulai tak terkendali.
Affan mencoba menyeberang di tengah kerumunan. Ia terpeleset dan jatuh di jalan. Saat itu, kendaraan taktis (rantis) Barracuda Brimob melaju cepat untuk membubarkan massa. Tanpa sempat menghindar, Affan terlindas rantis tersebut2.
Affan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Namun, nyawanya tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia malam itu.
Insiden ini terekam dalam video amatir yang viral di media sosial. Terdengar teriakan panik: “Ya Allah! Keinjek itu, keinjek!”. Massa yang menyaksikan langsung mengejar dan melempari kendaraan Brimob.
Jenazah Affan disalatkan di Masjid Al-Fajah dan dimakamkan di TPU Karet Bivak pada Jumat pagi. Ribuan ojol dan mahasiswa menggelar aksi solidaritas di berbagai kota. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf dan memerintahkan Propam untuk mengusut kasus ini.
Demo di Jakarta
Kesedihan Ria Ricis Saat Hadiri Pemakaman Driver Ojol Affan Kurniawan |
---|
Minta Wakil Rakyat di Senayan Sambut Pengunjuk Rasa, Susno Duadji: Anggota DPR Sadar Dong! |
---|
Teriakan 'Polisi Pembunuh' Warnai Aksi Massa di Mapolda Metro Jaya |
---|
Pengakuan Anggota Brimob yang Lindas Driver Ojol Affan Kurniawan: Rantis Penuh Gas Air Mata |
---|
Aksi Solidaritas untuk Ojol yang Tewas Dilindas Rantis Brimob Juga Digelar di Solo, Batu, dan Malang |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.