Jumat, 15 Mei 2026

Alvaro Bocah Hilang Ditemukan Meninggal

Ibunda Alvaro Masih Terpukul, Sempat Ditenangkan Psikolog saat Trauma Healing

Dalam sesi pendampingan yang dilakukan di ruang tengah rumah sederhana itu, ibu korban tampak tak kuasa menahan tangis saat bercerita kepada psikolog.

Tayang:
Editor: Erik S
Tribunnews.com/Alfarizy Ajie Fadhillah
KEMATIAN ALVARO - Ibu Alvaro, Arum Indah, saat menjalankan asesmen oleh Psikolog Polda Metro Jaya, dalam proses trauma healing di rumahnya, kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (25/11/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Tim psikolog dan dari Polda Metro Jaya dan Dokkes Polres Metro Jakarta Selatan memberikan trauma healing kepada ibu korban, Arum Indah
  • Psikolog melakukan penilaian untuk mengetahui kondisi ibu korban secara umum. Sesi tersebut berlangsung kurang lebih 40 menit
  • Kapolsek Pesanggrahan mengatakan pendampingan tersebut  untuk menstabilkan emosional dan psikologi dari pihak keluarga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Suasana haru menyelimuti rumah keluarga Alvaro Kiano Nugroho (6) di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025).

Pada pagi ini, tim psikolog dan dari Polda Metro Jaya dan Dokkes Polres Metro Jakarta Selatan, mendatangi lokasi untuk memberikan pendampingan trauma healing atau penyembuhan kepada ibu korban, Arum Indah.

Dalam sesi pendampingan yang dilakukan di ruang tengah rumah sederhana itu, ibu korban tampak tak kuasa menahan tangis saat bercerita kepada psikolog.

Baca juga: 2 Anggota Diperiksa Propam Buntut Ayah Tiri Alvaro Akhiri Hidup di Polres Jaksel

Sang psikolog terus menenangkannya, dengan gestur menggenggam tangan Arum, sampai memberi tepukan kecil untuk relaksasi.

Meski beberapa kali sang ibu sempat tersenyum kecil ketika mencoba mengikuti arahan relaksasi, kondisi emosionalnya masih tampak sangat terpukul.

Pada sesi pertama ini, psikolog melakukan penilaian untuk mengetahui kondisi ibu korban secara umum. Sesi tersebut berlangsung kurang lebih 40 menit.

Setelah sesi pendampingan berlangsung, ibu korban yang menggunakan pakaian serba hitam pun tampak langsung beristirahat.

"Saya didampingi dari psikolog dari Polda Metro Jaya dan juga Kasidokkes dari Polres Metro Jakarta Selatan, melakukan pendampingan kepada pihak keluarga almarhum adek Alvaro. Pendampingan ini tujuannya untuk trauma healing, lebih kepada untuk menstabilkan emosional dan psikologi dari pihak keluarga," ungkap Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam, di lokasi.

Kronologis


Alvaro Kiano Nugroho dibunuh oleh ayah tirinya, Alex Iskandar (46) karena dendam kepada sang ibu yang diduga selingkuh.

Awalnya, Alvaro diculik saat berada di sebuah masjid di kawasan Pesanggrahan pada 6 Maret 2025. 

Kemudian, Alvaro pun menangis ketika dibawa oleh ayah tirinya tersebut. Hal itu lah yang membuat tersangka membekap Alvaro hingga meninggal dunia.

Baca juga: Kronologi Ayah Tiri Alvaro Akhiri Hidup di Polres Jaksel, 2 Polisi Diperiksa Propam

"Untuk hasil dari pemeriksaan kami berdasarkan keterangan dari tersangka, bahwa jenazah itu kejadian pada saat pembunuhan tanggal 6 Maret 2025 di rumah di daerah Tangerang,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ardian Satrio Utomo dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025).

Setelah Alvaro tewas, Alex pun tidak langsung membuang jasad anaknya itu. Jasadnya disimpan di sebuah garasi rumah selama tiga hari dengan ditutupi sebuah mobil.

“Nah, setelah itu tidak langsung dibuang ke Tenjo, 3 hari ditaruh di garasi. Jadi ketutupan, ada posisi mobil, mobil warna silver, itu di belakang garasi selama 3 hari di situ. Dan itu diakui oleh tersangka. Lalu, pada tanggal 9 Maret 2025, jenazah itu dibuang menggunakan mobil ke daerah Tenjo,” kata Ardian.

Adapun pemilihan lokasi pembuangan di bantaran kali kawasan Tenjo, Bogor, Jawa Barat lantaran dekat ke rumah kerabat sehingga mengetahui jika daerah tersebut sepi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved