Kasus Mayat Terbungkus Plastik di Cikupa Tangerang, Pelaku Sakit Hati Dibentak dan Diludahi
Tersangka menggorok leher korban dengan pisau dapur saat korban tertidur, kemudian membekap wajah korban dengan bantal.
Ringkasan Berita:
- DWS (20) dibunuh oleh SA (30) karena pelaku sakit hati dibentak dan diludahi saat tagih utang korban
- Pelaku mengeksekusi korban ketika korban tidur
- Kasus ini terungkap setelah penyidik mengikuti jejak perpindahan sepeda motor milik korban
TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Terungkap motif pembunuhan pria yang mayatnya terbungkus plastik yang ditemukan di semak-semak kebun pisang di Desa Bunder, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (18/11/2025).
Korban seorang pria berinisial DWS (20) yang ternyata dibunuh oleh SA (30).
Polisi berhasil menangkap tersangka SA di rumahnya di Lampung, Senin (24/11/2025).
Baca juga: Menerka Keberlanjutan Kasus Alvaro setelah Sang Ayah Tiri Tewas Bunuh Diri sebelum Diadili
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menuturkan bahwa tersangka mengaku nekat melakukan pembunuhan lantaran sakit hati.
"Tersangka dibentak dan diludahi korban saat tersangka menagih utang kepada korban sebesar Rp500 ribu," ucap Indra dalam keterangan Kamis (27/11/2025).
Berdasarkan pemeriksaan, pembunuhan terjadi pada Jumat (14/11/2025) sekitar pukul 19.30 di kontrakan korban di Kampung Bunut, Desa Pasir Jaya, Cikupa.
Indra Waspada kemudian menjelaskan kronologis peristiwa pembunuhan itu.
Kata dia, tersangka menggorok leher korban dengan pisau dapur saat korban tertidur, kemudian membekap wajah korban dengan bantal.
Kemudian, tersangka membungkus jasad korban dengan karung putih dan plastik hitam.
Lalu membuang pisau dan bantal ke tempat pembuangan sampah di daerah Pasar Kemis.
Tersangka juga membuang handphone dan dompet korban ke saluran air di kawasan industri Sukadamai, Cikupa.
Baca juga: 5 Fakta Ayah Tiri Bunuh Diri usai Menculik dan Membunuh Bocah Alvaro
Selanjutnya pada Sabtu (15/11/2025), sekitar jam setengah 3 dini hari, tersangka membuang jasad korban ke lokasi penemuan menggunakan motor korban.
"Kasus ini terungkap dalam waktu kurang dari sepekan setelah penyidik mengikuti jejak perpindahan sepeda motor milik korban," tukasnya.
Kondisi jasad korban saat ditemukan tanpa identitas dan dalam kondisi sudah membusuk sehingga proses identifikasi memerlukan usaha ekstra.
Namun berkat kerja keras, polisi berhasil mengungkap identitas korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-jenazah-ilustrasi-mayat.jpg)