Sabtu, 30 Mei 2026

Kebakaran Gedung Kantor di Jakarta Pusat

22 Korban Tewas Kebakaran Terra Drone Sudah Diketahui Identitasnya, Ada Mahasiswa Magang

Polisi telah berhasil mengidentifikasi 22 korban tewas akibat kebakaran yang terjadi di gedung Terra Drone pada Rabu ini.

Tayang:
Tribunnews.com/Alfarizy Ajie Fadhillah
KEBAKARAN TERRA DRONE - Konferensi pers hasil identifikasi korban kebakaran gedung Terra Drone yang berada di Jakarta Pusat, digelar oleh RS Polri Kramat Jati, Rabu (10/12/2025). Polisi telah berhasil mengidentifikasi 22 korban tewas akibat kebakaran yang terjadi di gedung Terra Drone pada Rabu ini. 
Ringkasan Berita:
  • Polisi telah berhasil mengidentifikasi 22 korban tewas akibat kebakaran gedung Terra Drone di Jakarta Pusat.
  • Salah satu korban tewas ternyata ada mahasiswa magang dan baru melakukan magang selama dua bulan.
  • Dia bernama Atinia Isnaini Rashidah yang berasal dari Jakarta Timur.
  • Sebelum tewas, korban sempat berkomunikasi dengan orang tuanya. Komunikasi itu dilakukan sekitar sejam sebelum kebakaran terjadi.
  • Kini, seluruh jenazah korban akan diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

TRIBUNNEWS.COM - Polisi kembali berhasil mengidentifikasi identitas korban tewas dalam insiden kebakaran gedung Terra Drone di kawasan Cempaka Putih, Kemayoran, Jakarta Pusat yang terjadi pada Selasa (9/12/2025) kemarin.

Sebelumnya, polisi telah berhasil mengidentifikasi 10 jenazah dari total 22 korban tewas.

Kabid Yandokpol RS Polri, Kombes Ahmad Fauzi, mengungkapkan pihaknya kini telah berhasil mengidentifikasi 12 korban tewas lainnya.

Dengan identifikasi ini, maka seluruh identitas korban tewas telah diketahui.

"Dengan demikian, seluruh jenazah kami periksa dan telah berhasil kami identifikasi," kata Fauzi dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/12/2025).

Berikut 12 jenazah lain korban kebakaran Gedung Terra Drone yang berhasil teridentifikasi.

1. Asyifa Mulandar, perempuan berusia 25 tahun, berdomisili di Kecamatan Babelan, Bekasi. Identitas diketahui dari sidik jari, catatan medis, dan properti.

2. Siti Sa'adah Ningsih, perempuan berusia 24 tahun, berdomisili di Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat. Identitas diketahui dari sidik jari, catatan medis, dan properti.

3. Amelia Salim Tan, perempuan berusia 43 tahun, berdomisili di Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat (Jakpus). Identitas diketahui dari sidik jari dan catatan medis.

4. Ervina, perempuan berusia 25 tahun, berdomisili di Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Identitas diketahui dari sidik jari, gigi, catatan medis, dan properti.

5. Candra Fajriati Khasanah, perempuan berusia 19 tahun, berdomisili di Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan (Jaksel). Identitas diketahui dari sidik jari, gigi, dan properti.

6. Tasya Larasati Ramadani, perempuan berusia 25 tahun, berdomisili di Kecamatan Rawalumbu, Bekasi, Jawa Barat. Identitas diketahui dari sidik jari, gigi, catatan medis, dan properti.

7. Sandy Wijaya, laki-laki berusia 33 tahun, berdomisili di Menteng, Jakpus. Identitas diketahui dari gigi, catatan medis, dan properti.

8. Raihansyah Pinago Sipahutar, laki-laki berusia 24 tahun, berdomisili di Kecamatan Tapos, Depok, Jawa Barat. Identitas diketahui dari sidik jari, gigi, dan catatan medis.

9. Cynthia Lenny Novaresa, perempuan berusia 29 tahun, berdomisili di Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Identitas diketahui dari sidik jari, gigi, catatan medis, dan properti.

10. Rosdiana, perempuan berusia 26 tahun, berdomisili di Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Identitas diketahui dari sidik jari, gigi, catatan medis, dan properti.

11. Moch. Ichsanun Mirza, laki-laki berusia 27 tahun, berdomisili di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Identitas diketahui dari sidik jari dan properti.

12. Saiful Fajar, laki-laki berusia 38 tahun, berdomisili di Kecamatan Ciganjur, Jaksel. Identitas diketahui dari sidik jari, catatan medis, gigi, dan properti.

Setelah teridentifikasi, seluruh jenazah korban tewas kebakaran Terra Drone akan diserahkan ke pihak keluarga.

Baca juga: Identifikasi Jenazah Korban Kebakaran Terra Drone Disebut Mudah, Jasad Tak Terbakar 100 Persen

10 Korban Tewas yang Berhasil Teridentifikasi Sebelumnya

Di sisi lain, berikut identitas 10 korban tewas yang sebelumnya telah diidentifikasi pada Selasa.

1. Rufaidha Lathiifunnisa, perempuan, 22 tahun, terindentifikasi berdasarkan sidik jari, catatan medis dan properti 

2. Novia Nurwana, perempuan, 28 tahun, terindentifikasi berdasarkan sidik jari, gigi, medis, dan properti 

3. Yoga Valdier Yaseer, laki-laki, 28 tahun, terindentifikasi berdasarkan sidik jari, gigi, medis dan properti 

4. Pariyem, perempuan 31 tahun, Kecamatan Bandar Negeri Suoh, Kabupaten Lampung Barat. Teridentifikasi berdasarkan sidik jari dan catatan medis. 

5. Ninda Tan perempuan, 32 tahun, beralamat Serpong Utara, Tangerang Selatan. Teridentifikasi berdasarkan sidik jari, catatan medis, dan properti. 

6. Muhammad Ariel Budiman. Laki-laki, 24 tahun, beralamat Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Teridentifikasi berdasarkan pemeriksaan sidik jari, gigi, dan properti. 

7. Muhammad Apriyana. Laki-laki, 40 tahun, beralamat Kecamatan Sudimara Jaya, Tangerang. Teridentifikasi berdasarkan sidik jari, catatan medis, dan properti. 

8. Dela Yohana Simanjuntak. Perempuan, 22 tahun, beralamat Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Teridentifikasi berdasarkan sidik jari, catatan gigi, tanda medis, dan properti. 

9. Nasaelia Sabita Nurazizah. Perempuan, 27 tahun, beralamat Tanah Abang, Jakarta Pusat. Teridentifikasi berdasarkan sidik jari, catatan gigi, tanda medis, dan properti. 

10. Atinia Isnaini Rashidah. Perempuan, 18 tahun, beralamat Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Teridentifikasi berdasarkan sidik jari, tanda medis, dan properti.

Ada Korban Kebakaran Mahasiswa Magang

Salah satu korban tewas kebakaran Terra Drone ternyata ada mahasiswa magang yakni bernama Atinia Isnaini Rashidah.

Hal ini diungkap oleh kakak korban, Rofi.

"Masih magang, sekitar dua bulan lalu," kata Rofi di RS Polri Kramat Jati, Rabu siang, dikutip dari Kompas.com.

Saat berada di lokasi, Rofi mengaku belum memperoleh informasi pasti terkait meninggalnya sang adik.

"Masih belum tahu ya, di sananya juga kan lagi chaos juga. Belum ada informasi lebih lanjut. Kita belum sempat hubungan juga lagi, lagi ngurusin ini semua dulu (pemulangan)," jelas Rofi.

Dia mengatkan sebelum tewas, Atinia sempat menghubungi kedua orang tuanya pada Selasa siang sekira pukul 12.00 WIB atau sekitar satu jam sebelum kebakaran terjadi.

"Kemarin sempat ada kabar dari jam 12 siang. Terus pas jam 19.00, orangtua saya bingung (enggak ada kabar) googling tiba-tiba tempatnya ternyata terbakar. Jadi kita langsung ke Terra Drone, cek lokasi. Terus habis itu ternyata dialihin ke sini," tuturnya.

Penyebab Korban Tewas: Hirup Karbon Monoksida

Sementara, Karo Dokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Nyoman Eddy Purnama, menuturkan tewasnya para korban akibat menghirup gas karbon monoksida yang berasal dari asap api.

“Untuk penyebab kematian berdasarkan dari pemeriksaan staf dan para personel spesialis forensik kami itu mengarah kepada terhirupnya asap dan kemudian gas karbon monoksida, mohon diulangi, karbon monoksida,” kata Eddy dalam konferensi pers di RS Polri, Jakarta Timur, Rabu.

Eddy mengatakan kesimpulan itu didapat dari hasil uji lab sederhana serta pemeriksaan dari tim forensik.

Selain itu, hal tersebut juga diketahui dari adanya lebam mayat pada jenazah korban.

“Maka lebih banyak gas karbon monoksida yang akan berperan. Itu dibuktikan dari tanda lebam mayat namanya.

"Kemudian sebagaimana yang saya sampaikan tadi juga ada pemeriksaan laboratorium sederhana melalui darahnya tadi juga terbukti bahwa itu tinggi kandungan karbon monoksida,” katanya.

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto/Reynas Abdilla)(Kompas.com/Febryan Kevin)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved