Senin, 8 Juni 2026

Kebakaran Gedung Kantor di Jakarta Pusat

Terra Drone yang Gedungnya Alami Kebakaran Bergerak di Bidang Agriculture

Manajemen menyebut, PT Terra Drone Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di sektor agriculture atau pertanian. 

Tayang:
Tribunnews.com/Alfarizy Ajie Fadhillah
KEBAKARAN TERRA DRONE - Human Resource and Business Partner Terra Drone, Umaidi Suhari, saat ditemui di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (10/12/2025). PT Terra Drone Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di sektor agriculture atau pertanian.  

Meski belum menjelaskan teknis penyebab kebakaran, pihak perusahaan memastikan seluruh keluarga korban mendapatkan dukungan penuh, termasuk akomodasi, BPJS Ketenagakerjaan, hingga santunan duka.

"Memang tidak bisa menggantikan sosok teman kita yang sudah berpulang, tapi at least bisa mengurangi sedikit kepedihan,” ucapnya.

Umaidi juga memastikan perusahaan juga menyiapkan pendampingan psikologis untuk karyawan yang selamat, tetapi mengalami trauma.

Proses Identifikasi Ditutup

Proses identifikasi korban kebakaran Gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, resmi ditutup.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memastikan seluruh 22 jenazah yang dikirim dari lokasi kejadian telah teridentifikasi.

"Karena semua jenazah telah teridentifikasi, hari ini kita nyatakan ditutup," ujar Kabid Yandokpol Pusdokkes Polri, Kombes Pol Ahmad Fauzi, Rabu.

Fauzi menegaskan, jumlah jenazah yang diterima RS Polri sesuai dengan laporan awal dari lokasi, yakni 22 kantong.

Hingga hari ini, tidak ada tambahan korban ditemukan dari hasil penyisiran lanjutan di gedung yang terbakar.

Meski demikian, tim DVI siap membuka kembali operasi identifikasi apabila ditemukan korban baru.

"Ketika nanti ada perkembangan, ada penemuan jenazah lagi, kami siap membuka operasi DVI kembali,” ucapnya.

Identifikasi Tuntas dalam Dua Hari

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri, Brigjen Prima Heru, mengatakan proses identifikasi memakan waktu dua hari.

Tim bekerja sejak malam hingga pagi, mengombinasikan data ante mortem dan post mortem.

Ia menyebut kecocokan sidik jari menjadi faktor utama yang mempercepat proses.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved