Pelaku Perusakan dan Pembakaran di Kalibata Diduga Ada 100 Orang
Polisi sebut penyerangan di kalibata dilakukan hingga 100 orang. Polres Metro Jakarta Selatan pun tengah melakukan penyelidikan
Salah satunya meninggal dunia, dan satu lainnya masih dirawat di rumah sakit.
Tak lama setelah itu, datang aksi balasan dengan membakar warung di sekitar lokasi pengeroyokan.
Mansur menuturkan, insiden tersebut sudah merembet ke lingkungan warga sekitar yang tak tahu menahu kejadian.
"Imbasnya ke lingkungan sini yang tidak tahu menahu, karena kejadiannya di jalan dan menurut keterangan saksi hanya spontanitas, jadi resah," kata Mansur.
Kata Pedagang Sekitar Lokasi
Api pada Kamis malam juga membakar kios sate taichan.
Rian selaku pemilik warung sate taichan mengatakan bahwa pada saat hendak membuka kios, ia dikabari ada kerusuhan.
"Saya kurang paham ya (siapa yang melakukan), saya cuman dapat laporan ada rusuh gitu," ujar Rian.
Saat aksi pembakaran, ia hendak membuka kiosnya.
Namun, para karyawannya kabur setelah ada aksi pembakaran.
“Udah mau mulai buka, baru. Anak buah saya juga pada kabur, enggak tahu ke mana," tutur dia.
Baca juga: Warung di Kalibata Dibakar OTK, Polisi Duga Ada Unsur Balas Dendam
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Tak Hanya Selidiki Kasus Pengeroyokan Mata Elang, Polisi Juga Usut Aksi Perusakan di Kalibata dan di WartaKotalive.com dengan judul Mata Elang Tewas Dikeroyok, Warung di Depan TMP Kalibata Hangus Dibakar, Ini Kata Polisi
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJakarta.com, Anna Furqon Hakim)(Wartakotalive.com, Ramdhan L Q)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PENGEROYOKAN-DI-KALIBATA-Aksi-pembakaran-sejumlah-warung.jpg)