Sabtu, 18 April 2026

Berita Viral

Roti O Minta Maaf usai Viral Tolak Pembayaran Tunai dari Nenek-nenek, Ini Respons BI

Manajemen Roti O meminta maaf usai viral tolak pembayaran tunai dari nenek-nenek. Ini klarifikasinya.

Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Bobby Wiratama
Kolase: Instgaram @arli_alcatraz dan Instagram @rotio.indonesia
NENEK BELI ROTI - (Kiri) Tangkap layar video viral pegawai Roti O menolak pembayaran tunai dan (Kanan) Klarifikasi dan permintaan maaf dari Roti O yang diunggah di akun Instagram @rotio.indonesia, pada Sabtu (20/12/2025) 

Ringkasan Berita:
  • Insiden viral terjadi saat Roti O di halte Busway Monas menolak pembayaran tunai dari seorang nenek, sehingga diprotes pengacara Arlius Zebua yang menilai uang rupiah adalah alat bayar sah.
  • Arlius membela nenek tersebut, menegur pegawai, melibatkan petugas Transjakarta, dan melayangkan somasi terbuka karena kebijakan wajib QRIS dianggap merugikan.
  • Manajemen Roti O meminta maaf, mengakui kegaduhan, dan menyatakan akan melakukan evaluasi internal atas pelayanan dan kebijakan transaksi non-tunai.

TRIBUNNEWS.COM - Manajemen Roti O meminta maaf usai viral tolak pembayaran tunai dari nenek-nenek.

Kejadian ini bermula saat seorang nenek hendak membeli Roti O di outlet kawasan halte Busway Monas, Jakarta.

Nenek tersebut lantas dibela oleh pengacara bernama Arlius Zebua, yang kebetulan ada di lokasi kejadian.

Arlius kemudian melayangkan protes kepada pegawai Roti O.

Ia menyayangkan kenapa menolak pembayaran tunai (cash), sedangkan nenek-nenek tersebut tidak memiliki QRIS.

QRIS kepanjangan dari Quick Response Code Indonesian Standard, adalah standar nasional kode QR dari Bank Indonesia untuk mempermudah transaksi pembayaran digital

"Uang cash harus kalian terima masak harus QRIS? Nenek-nenek itu kan tidak ada QRIS-nya, gimana?" protes Arlius, dikutip dari akun Instgaram @arli_alcatraz, Senin (21/12/2025).

Arlius lalu meminta pegawai Roti O agar menelpon bosnya.

Tidak lama kemudian, datang seorang petugas keamanan Transjakarta.

Arlius memberitahukan permasalahan terkait penolakan pembayaran tunai.

Baca juga: Reaksi Denny Caknan setelah Rumahnya Viral Dijadikan Tempat COD, Kasih Password Wifi Gratis

Menurutnya, uang keluaran Bank Indonesia (BI) saat ini adalah alat tukar yang sah digunakan.

"Masak bayar cash mereka tidak mau. Nenek-nenek itu tidak ada QRIS. Ini uang Indonesia bukan?" tegas Arlius kepada petugas keamanan.

Pada akhir video, Arlius tampak menolong nenek-nenek tersebut.

Pengacara asli Kota Medan, Sumatra Utara itu kembali meluapkan kekecewaannya.

"Lucu negara Indonesia, harus QRIS," tandasnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved