Rabu, 15 April 2026

Satu Keluarga Tewas di Jakut

Satu Keluarga Tewas di Warakas Disebut Tertutup, Ketua RT: Tak Pernah Curhat Masalahnya

Ruslan menyebut keluarga tersebut tidak pernah menceritakan apapun permasalahan yang dialami kepada warga sekitar.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Wahyu Aji
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
SATU KELUARGA MENINGGAL - Sebuah kontrakan empat pintu menjadi perhatian warga yang melintas di Jalan Warakas VIII Gang 10, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (3/1/2026). Kontrakan ini jadi tempat kejadian perkara meninggalnya tiga orang anggota keluarga, dan satu lainnya kritis diduga keracunan. 

Ringkasan Berita:
  • TKP Masih Jadi Perhatian Warga.
  • Keterangan Tetangga dan Ketua RT.
  • Penyelidikan dan Autopsi Masih Berjalan.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tempat kejadian perkara (TKP) meninggalnya tiga anggota keluarga di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, masih menjadi perhatian warga sekitar, Sabtu (3/1/2026).

Kontrakan yang menjadi TKP sudah dipasang garis polisi. Penyidik kepolisian juga sudah melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti termasuk rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi. 

Salah seorang tetangga pemilik warung dekat kontrakan korban, mengaku keluarga tersebut tertutup, dan jarang keluar. Hal senada juga disampaikan Ketua RT 06, Ruslan. 

Ruslan menyebut keluarga tersebut tidak pernah menceritakan apapun permasalahan yang dialami kepada warga sekitar, termasuk dirinya sebagai ketua RT.

“Tidak pernah ada ribut-ribut, juga nggak pernah cerita soal masalah apa pun. Karena kan orangnya nggak pernah cerita sama tetangga juga,” kata Ketua RT 06, Ruslan.

Ruslan menerangkan korban merupakan pendatang baru yang sebelumnya tinggal tidak jauh dan masih satu wilayah di Warakas. Ia menyebut korban memang tergolong orang yang jarang berkomunikasi dengan orang luar. Hanya sebatas tegur sapa sekadarnya.

“Orangnya jarang komunikasi dengan tetangga. Paling cuma sapa sekadarnya saja,” kata Ruslan.

Lebih lanjut, Ruslan menerangkan berdasarkan informasi yang ia ketahui, jumlah penghuni rumah kontrakan tersebut sekitar empat orang. 

Salah satu anggota keluarga sempat tinggal di luar dan baru kembali ke Jakarta.

“Soal identitas lengkap saya nggak hafal. Kalau lihat awalnya, yang tinggal di situ sekitar empat orang. Katanya ada satu yang sempat mondok dan baru pulang,” kata Ruslan.

Saat kejadian, Ruslan menceritakan keadaan keluarga di dalam kontrakan pertama kali diketahui setelah salah satu kerabat keluarga datang ke lokasi dan mendapati kondisi rumah yang mencurigakan.

Ia kemudian menelepon Ruslan selaku ketua RT setempat. Selanjutnya Ruslan mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dari luar rumah. Namun ia tidak berani masuk dan memilih melaporkannya ke Bhabinkamtibmas.

“Saya datang cuma cek lokasi. Saya lihat pintu sudah terbuka dan di kamar depan terlihat ada yang tergeletak. Saya langsung telepon Pak Bhabinkamtibmas. Saya tidak berani masuk, langsung ditangani polisi,” kata Ruslan.

Tiga korban ditemukan tak bernyawa dengan kondisi mulut berbusa dan terdapat ruam kemerahan pada bagian tubuh.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved