Senin, 11 Mei 2026

Ijazah Jokowi

Dituding soal Ijazah Palsu dan Korupsi Hambalang, Roy Suryo Laporkan Tujuh Pendukung Jokowi

Roy Suryo melaporkan tujuh orang pendukung Presiden ke-7 RI, Joko Widodo terkait dugaan pencemaran nama baik dalam kasus ijazah.

Tayang:
Penulis: Reynas Abdila
Tribunnews.com/Reynas Abdila
PENDUKUNG JOKOWI DILAPORKAN - Pakar Telematika Roy Suryo melaporkan tujuh orang pendukung Presiden ke-7 RI, Joko Widodo terkait dugaan pencemaran nama baik dalam kasus ijazah di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Roy Suryo dan koleganya mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2026)
  • Roy Suryo melaporkan tujuh orang pendukung Presiden ke-7 RI, Joko Widodo
  • Inisial orang-orang yang dilaporkan oleh Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu antara lain A, B, D, F, L, U, dan V

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar Telematika Roy Suryo dan koleganya mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2026).

Roy Suryo melaporkan tujuh orang pendukung Presiden ke-7 RI, Joko Widodo terkait dugaan pencemaran nama baik dalam kasus ijazah.

Baca juga: Roy Suryo Tersangka Kasus Ijazah Jokowi, Doktor Hukum UW: Sederhananya, Polisi Yakin Ini Orang Jahat

Inisial orang-orang yang dilaporkan oleh Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu antara lain A, B, D, F, L, U, dan V.

"Dengan enaknya para pendukung Jokowi membalik dan mengatakan ijazah saya palsu, ada yang mengatakan ijazah S1 saya palsu lalu ada yang mengatakan ijazah S2 saya juga palsu," tutur Roy.

Baca juga: Pakar UI Sebut Hampir Mustahil Kasus Ijazah Jokowi Dihentikan Karena Roy Suryo Cs Sudah Tersangka

Tudingan tersebut menurutnya bisa mudah dibantah.

Dia merinci tudingan yang dialamatkan kepadanya terbagi menjadi dua klaster.

Yang pertama dituding berijazah palsu dan yang kedua

Roy Suryo kemudian menunjukkan seluruh ijazahnya dari S1 di Universitas Gadjah Mada, S2 di Universitas Gadjah Mada hingga S3 di Universitas Negeri Jakarta.

"Saat studi S3 saya memutuskan mundur dari Partai (Demokrat) dan alhamdulillah empat tahun saya lulus bisa diuji," tukasnya.

Klaster kedua, kata Roy, yaitu tuduhan melakukan korupsi proyek Hambalang.

"Saya justru mengundurkan diri karena mau sekolah itu tadi, saya salah sedikit yang telah memperoleh 5 persen sebagai kader terbaik," ujar Roy sembari memamerkan penghargaan kader terbaik dari Partai Demokrat.

Roy mengklaim tuduhan tersebut fitnah.

Atas dasar itu Roy membuat laporan polisi terhadap tujuh pendukung Jokowi yang telah disebutkan sebelumnya.

"Siap-siap saja berbaju tahanan tidak perlu seperti cacing kepanasan," pungkasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved