Mobil Tabrak Siswa di Jakarta Utara
Kecelakaan Mobil MBG Tinggalkan Trauma, Siswa Takut saat Melihat Kendaraan Serupa
Siswa masih trauma pasca insiden mobil MBG, dua korban belum kembali ke sekolah, pendampingan psikologis berlanjut.
Ringkasan Berita:
- Sejumlah siswa masih mengalami trauma psikologis pasca insiden mobil MBG pada 11 Desember 2025.
- Saat kegiatan literasi, beberapa anak panik melihat mobil box berhenti di depan sekolah.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah siswa masih mengalami trauma psikologis pasca insiden mobil MBG (Makan Bergizi Gratis) yang terjadi beberapa waktu lalu.
Pantauan Tribunnews.com pada Kamis pagi (8/1/2026) menunjukkan, saat kegiatan literasi di lapangan, sejumlah siswa tampak panik ketika melihat mobil box MBG berhenti di luar pagar sekolah.
Beberapa siswa spontan berdiri dan berlari menjauh.
“Aduh takut, ada mobil,” kata seorang Siswa.
“Awas-awas ada mobil,” timpal siswa lainnya.
Kepala sekolah Ruliyah, mengungkapkan, secara umum kondisi psikologis siswa sudah mulai membaik.
Namun, trauma belum sepenuhnya hilang, terutama ketika anak-anak kembali melihat kendaraan yang menyerupai mobil dalam peristiwa yang terjadi pada Kamis (11/12/2025).
“Selama ini kami mencoba kegiatan di halaman sekolah, dan anak-anak sebenarnya sudah tidak terlalu takut. Tapi tadi saat melihat mobil MBG secara langsung, ternyata reaksinya berbeda. Begitu melihat mobil itu, anak-anak langsung lari. Saya sendiri juga sempat kaget,” ujar kepala sekolah.
Ia menjelaskan bahwa pasca kejadian, pihak sekolah telah melakukan pendampingan psikologis terhadap para siswa.
Pendampingan intensif secara langsung di sekolah dilakukan selama tiga hingga empat hari pasca kejadian.
Secara keseluruhan program pemulihan trauma akan berlangsung lebih lama yaitu sampai 3 bulan.
“Pendampingan keseluruhan sampai tiga bulan,” jelasnya.
Dalam proses pendampingan tersebut, ada momen anak diminta mengekspresikan perasaan mereka melalui gambar.
Hasilnya, sebagian besar siswa menggambar mobil MBG dan menggambarkan kembali momen kejadian nahas itu.
“Waktu diminta menggambar, kebanyakan yang digambar memang mobil MBG. Bahkan ada yang menggambar temannya saat peristiwa itu, termasuk yang berada di bawah kolong mobil,” ungkap Ruliyah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sejumlah-siswa-masih-mengalami-trauma-psikologis-pasca-insiden-mobil-MBG.jpg)