Banjir di Jakarta
Titik Banjir Jakarta Bertambah Jadi 57 RT, Jakarta Selatan dan Timur Paling Terdampak
Banjir yang menerjang wilayah Jakarta semakin meluas, menggenangi 57 RT dan 39 ruas jalan di Jakarta, Senin (12/1/2026).
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Banjir yang menerjang wilayah Jakarta semakin meluas ke sejumlah titik, Senin (12/1/2026).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, genangan air melanda wilayah 57 rukun tetangga (RT) dan 39 ruas jalan hingga Senin sore pukul 17.00 WIB, di Jakarta.
Sebelumnya, banjir menggenangi 28 RT dan 44 ruas jalan di Jakarta hingga Senin siang, pukul 12.00 WIB.
Peristiwa yang dipicu hujan deras ini, menambah daftar panjang bencana banjir yang melanda beberapa daerah di Indonesia sepekan terakhir, termasuk Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara.
Terbaru, banjir menerjang wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, hingga Jakarta Utara.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, potensi cuaca ekstrem terjadi di banyak wilayah Indonesia pada bulan Januari 2026. Kondisi cuaca ekstrem tersebut, memicu banjir, tanah longsor, serta banjir bandang.
Dikutip dari situs BMKG pada Senin (12/1/2025), Jakarta diguyur hujan lebat hingga sangat lebat (level Siaga).
Kondisi tersebut, rupanya memicu banjir hingga air menggenangi rumah dan ruas jalan.
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Muhammad Yohan, menjelaskan genangan air di sejumlah titik di Jakarta dipicu curah hujan tinggi disertai luapan beberapa sungai di Jakarta.
“BPBD mencatat saat ini terdapat 57 RT dan 39 ruas jalan yang masih tergenang akibat hujan deras dan luapan sungai di beberapa wilayah Jakarta,” katanya, dilansir TribunJakarta.com.
Baca juga: Jalan Tergenang Banjir, Pemotor Masuk Tol di Bekasi dan Sunter
Jakarta Selatan dan Timur Paling Terdampak
Berdasarkan data BPBD, Jakarta Selatan menjadi salah satu kawasan yang terdampak cukup besar. Dari 57 RT di Jakarta, total 20 RT tergenang air.
Genangan tersebar di sejumlah kelurahan, di antaranya Pela Mampang, Cipete Utara, Pondok Labu, hingga Pejaten Timur, dengan ketinggian air mencapai 100 sentimeter.
Di Jakarta Timur, tercatat 18 RT tergenang air. Wilayah Kampung Melayu dan Cawang menjadi kawasan terdampak luapan Kali Ciliwung. Ketinggian air di titik tersebut, mencapai satu meter.
Yohan menjelaskan, luapan Kali Ciliwung dan Kali Krukut menjadi salah satu penyebab utama genangan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Jakarta Barat dan Utara Terendam
Selain itu, genangan tercatat terjadi di 12 RT di Jakarta Barat. Tersebar di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Kamal, dan Tegal Alur.
Adapun ketinggian air di titik tersebut, berkisar antara 40 hingga 75 sentimeter.
Selanjutnya, di Jakarta Utara, genangan masih terjadi di dua RT di Kelurahan Tanjung Priok, dengan ketinggian air 35 sentimeter.
Warga Mengungsi
Banjir yang menggenangi rumah warga, mengakibatkan sebagian warga mengungsi.
Sebanyak 500 KK atau sekitar 700 jiwa mengungsi di Masjid Al Falah, Kelurahan Kamal, Jakarta Barat.
Sementara di Tegal Alur, 30 KK atau 130 jiwa turut mengungsi di rumah susun.
Di Jakarta Utara, pengungsian terpusat di wilayah Kebon Bawang, dengan total 256 KK atau 257 jiwa yang ditampung di masjid, musala, kantor RW, hingga sekolah.
39 Ruas Jalan Terendam Air
Selain itu, banjir berdampak pada 39 ruas jalan di sejumlah wilayah Jakarta. Beberapa di antaranya di kawasan Jakarta Utara, Jakarta Barat, hingga Jakarta Selatan.
Meski begitu, BPBD mencatat sejumlah ruas jalan sudah dinyatakan surut, termasuk Jalan Hayam Wuruk, Jalan KH Hasyim Ashari, dan Jalan Letjen Suprapto.
BPBD DKI Jakarta pun mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi genangan lanjutan.
Baca juga: Atap Sekolah di Jakarta Utara Ambruk Saat Siswa SD Sedang Santap MBG, Diduga karena Hujan Deras
Dampak Banjir di Jakarta
Banjir yang melanda sejumlah titik di Jakarta, turut berdampak pada layanan Transjakarta dan JakLingko. Kepadatan arus lalu lintas di berbagai titik turut memperparah kondisi perjalanan transportasi umum.
JakLingko merupakan sistem transportasi terintegrasi yang menjadi payung berbagai moda transportasi di Jakarta, termasuk Transjakarta, MRT, dan LRT.
Sementara Transjakarta adalah moda transportasi berbasis Bus Rapid Transit (BRT) dan non-BRT yang sudah beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta.
Berdasarkan informasi, sejumlah koridor dan rute Transjakarta mengalami gangguan layanan akibat hujan dan genangan air. Di antaranya Koridor Transjakarta yang terdampak, yakni Koridor 7, 9, dan 10
Rute Transjakarta yang terganggu, yakni 5C, 7C, 7D, 7P, 7W, 9A, 9C, B41, dan D11 .
Beberapa rute JakLingko atau Mikrotrans sementara waktu juga tidak dapat melayani penumpang karena lintasan tergenang air.
Dikutip dari akun media sosial X @PT_Transjakarta, rute Mikrotrans yang terdampak, meliputi: JAK 01, JAK 05, JAK 15, JAK 24, JAK 29, JAK 58, JAK 61, JAK 76, JAK 77, JAK 87, JAK 88, JAK 89, JAK 90, JAK 110A, JAK 112, JAK 113, JAK 115, JAK 117, JAK 118, dan JAK 120.
Pihak Transjakarta mengatakan, akan terus memantau kondisi lapangan dan melakukan penyesuaian layanan sesuai perkembangan situasi cuaca dan genangan di Jakarta.
Selain itu, banjir berdampak pada jalur rel kereta api commuter line dengan relasi Jakarta Kota-Tanjung Priok. Jalur tersebut, untuk sementara berhenti beroperasi.
Petugas keamanan di stasiun Jakarta Kota menyebut, kereta tujuan Tanjung Priok kemungkinan kembali beroperasi pada Senin (12/1/2026) sore nanti.
Akses rel kereta di kawasan Tanjung Priok turut terendam banjir, sehingga membuat akses kereta api terganggu.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul 57 RT dan 39 Jalan di Jakarta Terendam Banjir, Hujan Deras dan Luapan Kali Jadi Sebab
(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Rizki Sandi Saputra, Chaerul Umam, TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Banjir-di-Kawasan-Mangga-Dua_20260112_174252.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.