Selasa, 9 Juni 2026

Pesawat ATR Indonesia Air Jatuh

Orangtua Pramugari Esther Bertolak dari Bogor ke Makassar, Ambil Sampel DNA di RS Bhayangkara

Esther Aprilita adalah warga Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang menjadi pramugari pesawat ATR 42-500.

Tayang:
Penulis: Erik S
Tribunnews.com/TRIBUN TIMUR/Nurul Hidayah
KORBAN PESAWAT JATUH - Adi Saputra ayah dari pramugari pesawat ATR 42-500, Esther Aprilita S menunggu di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (19/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Orangtua pramugari Esther Pralilita telah berangkat ke Makassar untuk menunggu kabar pesawat ATR 42-500 yang diduga jatuh di Sulawesi Selatan.
  • Keluarga dan warga mendirikan tenda di rumah Esther di Bogor sebagai tempat doa dan menerima tamu.
  • Hingga kini, keluarga masih berharap Esther dan seluruh korban kecelakaan pesawat dapat segera ditemukan.

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR- Orangtua pramugari Esther Aprilita S telah bertolak ke Makassar, Sulawesi Selatan.

Esther Aprilita adalah warga Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang menjadi pramugari pesawat ATR 42-500.

Pesawat Indonesia Air itu diduga kuat jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).

Informasi mengenai keberangkatan orangtua Esther disampaikan keluarga terdekat.

Pantauan TribunnewsBogor.com, rumah Esther ini berada di sebuah komplek perumahan yang yang diawasi petugas.

KORBAN PESAWAT JATUH - Suasana rumah keluarga pramugari Esther Aprilita di Bogor, salah satu orang di dalam pesawat ATR yang hilang kontak di Maros, Sulawesi Selatan, Senin (19/1/2026)
KORBAN PESAWAT JATUH - Suasana rumah keluarga pramugari Esther Aprilita di Bogor, salah satu orang di dalam pesawat ATR yang hilang kontak di Maros, Sulawesi Selatan, Senin (19/1/2026) (Tribunnews.com/TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Suasana berbeda terlihat di antara barisan rumah, rumah keluarga Esther dipasangi tenda

Tenda itu didirikan di jalan depan rumah keluarga Esther lengkap dengan barisan kursi-kursi.

Termasuk botol-botol minuman mineral yang juga dibariskan di depan rumah.

Tenda ini diperuntukan untuk para tamu yang datang ke rumah keluarga Esther.

Teman, tetangga hingga pihak gereja juga sempat berdatangan memanjatkan doa di rumah keluarga Esther ini.

Hingga Senin (19/1/2026), sejumlah orang masih berdatangan ke rumah keluarga Esther ini.

Pihak keluarga harap-harap, masih menunggu kabar terbaru dari pihak terkait soal insiden itu.

Tiba di Makassar

Keluarga  Esther Aprilita S telah tiba di Makassar dan mendatangi Posko Greeters Meeters Ruang Tunggu Keluarga Penumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (19/1/2026).

Ayah Ester Adi Saputra datang bersama satu anaknya yang lain.

Sebelum mendatangi posko keluarga penumpang, Adi mengaku telah lebih dulu menjalani pengambilan sampel DNA di RS Bhayangkara Makassar pada malam sebelumnya.

Saat ditemui Tribun Timur, Adi Saputra berharap putri sulungnya itu dapat segera ditemukan dan kembali bersama keluarga.

Adi menyebutkan, komunikasi terakhir dengan Esther Aprilita terjadi pada Jumat malam, sebelum insiden kecelakaan pesawat.

“Terakhir komunikasi itu Jumat malam,” ujar Adi.

Menurut Adi, Ester saat itu sedang menjalani status standby di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

“Dia standby di Halim. Kalau rute kita nggak tahu, biasanya dari Halim ke Jogja,” jelasnya.

Baca juga: Cuaca Buruk, Tim SAR Siapkan 2 Skenario Evakuasi Korban dan Puing Pesawat ATR 42-500

Adi mengatakan, dirinya sudah berada di Makassar selama dua hari menunggu perkembangan pencarian.

Ia mengenang Ester sebagai sosok anak yang baik dan penuh perhatian terhadap keluarga.

“Dia orangnya baik,” ucapnya singkat.

Ester merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dan telah berprofesi sebagai pramugari selama hampir tujuh tahun.

“Enam jalan ke tujuh tahun,” kata Adi.

Adi juga mengungkapkan adanya pesan tak biasa dari putrinya saat komunikasi terakhir.

APEL PASUKAN - Suasana apel Pemberangkatan 30 SAR di pos Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Senin (19/1/2026) pagi.
APEL PASUKAN - Suasana apel Pemberangkatan 30 SAR di pos Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Senin (19/1/2026) pagi. (Tribun-Timur.com/Muslimin Emba)

Menurutnya, Ester sempat meminta maaf, sesuatu yang jarang dilakukan sebelumnya.

“Dia minta maaf kalau ada salah. Biasanya nggak begitu,” ungkapnya.

Hingga kini, pihak keluarga masih berharap seluruh korban kecelakaan pesawat dapat ditemukan.

“Kita berharap semuanya ditemukan,” ujar Adi.

Pesawat ATR 42-500 yang tengah dalam rute penerbangan Yogyakarta - Makassar dilaporkan mengalami hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026).

Hilang kontak itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.17 WITA.

Pesawat tersebut dilaporkan hilang kontak di sekitar wilayah Kabupaten Maros.

 

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Suasana Rumah Pramugari Pesawat ATR di Bogor, Tenda Dipasang, Orang Tua Bertolak ke Makassar

dan

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Pramugari Pesawat ATR Esther Aprilita Minta Maaf ke Ayah Sebelum Terbang ke Makassar

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved