Kamis, 4 Juni 2026

Pedagang Es Gabus Dianiaya

Diimbau Kompolnas untuk Laporkan Kasusnya, Suderajat Pedagang Es Gabus Pilih Damai

Pedagang es gabus bernama Suderajat memilih berdamai dengan aparat yang diduga menganiayanya.

Tayang: | Diperbarui:

Ringkasan Berita:
  • Kompolnas mengimbau pedagang es gabus bernama Suderajat agar melaporkan kasus dugaan penganiayaan kepada Propam.
  • Suderajat memilih berdamai dan menganggap peristiwa yang menimpanya sebagai musibah.
  • Dandim Jakarta Pusat meminta maaf atas perlakuan yang didapatkan Suderajat.

TRIBUNNEWS.COM – Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) RI Choirul Anam mengimbau Suderajat (49), pedagang es gabus yang diduga dianiaya aparat, agar melaporkan kasus itu kepada Propam.

Dugaan penganiayaan itu bermula dari tudingan aparat bahwa Suderajat menjual es yang berbahan spons dan tidak layak konsumsi. Sementara itu, hasil pengujian menunjukkan es yang dijual Suderajat aman dikonsumsi.

Anam merasa permintaan maaf dari aparat tidak cukup untuk menyelesaikan kasus Suderajat.

“Kalau pedagang es tersebut merasa mendapatkan penganiayaan dan sebagainya, mohon untuk segera dilaporkan ke Propam atau kalau tidak, bisa kami dampingi,” kata Anam dalam acara Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Selasa, (27/1/2026).

Anam mengaku pihaknya sudah berkomunikasi dengan Propam mengenai langkah yang harus diambil dalam kasus yang melibatkan aparat itu.

“Salah satunya sudah melakukan pemeriksaan terhadap anggota tersebut, apakah pelanggaran dan tidak pelanggaran. Proses ini sudah berjalan,” ucapnya

“Kalau pihak penjual merasa penting, dan menurut kami juga penting, untuk menambah informasinya, kami kira Kompolnas akan mendampingi. Kalau tidak, kami akan berkoordinasi dengan Propam untuk proaktif terhadap beliau.”

Menurut Anam, belakang ini memang ada dinamika tentang makanan untuk anak-anak yang memiliki sensivitas kesehatan. Oleh karena itu, kepolisian mencoba memeriksanya.

Namun, kata Anam, tindakan polisi terhadap Suderajat itu keliru karena dagangannya belum dicek secara ilmiah.

“Dalam konteks ini harus hati-hati. Jadi, tindakan aktif belum tentu bisa menjamin bahwa tindakan kepolisian bagus,” kata dia.

Baca juga: Sosok Orang yang Laporkan Suderajat Pedagang Es Gabus kepada Aparat

Anam kemudian mengapresiasi Propam yang memeriksa anggota yang bersangkutan.

VIRAL DI MEDIA SOSIAL - Seorang pedagang es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat, diintimidasi dua pria berseragam TNI dan polisi karena dituduh menjual es berbahan spons cuci piring.
VIRAL DI MEDIA SOSIAL - Seorang pedagang es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat, diintimidasi dua pria berseragam TNI dan polisi karena dituduh menjual es berbahan spons cuci piring. (HO/IST/X/@iPopBase)

Suderajat pilih berdamai

Meski sudah ada imbauan untuk melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya, Suderajat dan keluarganya memilih jalur damai dengan memaafkan kedua aparat. Suderajat menganggap peristiwa yang menimpanya sebagai musibah.

“Sudah baikan (damai),” kata Suderajat setelah bertemu aparat kepolisian dan TNI di sebuah musala, Selasa malam, (27/1/2026), dikutip dari Kompas.

Bhabinkamtibmas Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Serda Heri Purnomo yang menuding Suderajat menjual es tak layak konsumsi telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung dalam pertemuan itu.

“Pada maaf semua, (saya) udah ikhlas dari (karena) Allah. Namanya musibah kan, Allah Mahakuasa udah tahu,” kata Suderajat. 

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved