Pedagang Es Gabus Dianiaya
Produsen Es Gabus yang Dijual Suderajat Buka Suara: Spons Lebih Mahal, Untung Nggak Ada
Produsen es gabus yang dijual Suderajat menegaskan dagangannya tidak mengandung spons.
Ringkasan Berita:
- Produsen es gabus yang dagangannya dijual Suderajat buka suara soal tuduhan es berbahan spons.
- Ia menegaskan es gabus buatannya aman karena terbuat dari bahan baku asli sagu aren.
- Menurutnya, harga spons justru lebih mahal ketimbang sagu aren.
TRIBUNNEWS.com - Pemilik sekaligus produsen es gabus yang dijual Suderajat, Narsumi, buka suara mengenai dagangannya.
Ia menegaskan es gabus yang diproduksinya tak berbahan spons, seperti yang dituduhkan sebelumnya.
Narsumi pun menyebut tuduhan itu tak berdasar, sebab harga spons lebih mahal dibandingkan bahan baku es gabus.
"Enggak ada lah (mengandung spons). Sponsnya lebih mahal daripada sagu aren (bahan baku es)" tegasnya di Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (29/1/2026), dilansir Kompas.com.
Lebih lanjut, Narsumi mengatakan ia hampir tak mendapat untung sama sekali dari pembuatan es gabus.
Sebab, harga yang ia tawarkan kepada Suderajat dan pedagang es lainnya hanya sekitar Rp500 per buah.
Baca juga: Serda Heri Dijatuhi 2 Sanksi Sekaligus usai Tuduh Suderajat Pedagang Es Gabus, Sempat Minta Maaf
Padahal, kata dia, proses pembuatan es gabus cukup memakan waktu dan melelahkan.
"Capeknya setengah mati bikin es gabus, tapi keuntungannya juga enggak ada. Cuma ya ini membantu orang yang menganggur saja," ujar Narsumi.
"Itu kan (es gabus) harganya murah juga, dari saya Rp500 satunya, kan yang dapat untung gede dari yang jualan," imbuh dia.
Berakhir Damai
Kasus intimidasi yang dialami Suderajat berakhir damai.
Dua anggota Polri dan TNI yang mengintimidasi Suderajat, Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Serda Heri Purnomo, mendatangi rumah pedagang es gabus itu di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1/2026) malam, untuk menyampaikan permintaan maaf.
"Kami ingin memohon maaf sebesar-besarnya atas yang terjadi, tidak ada niat sengaja untuk melukai Bapak," ujar Aiptu Ikhwan.
"Saya minta maaf dari dalam hati yang paling dalam ke Pak Suderajat. Saya minta maaf yang paling dalam ya Pak, sehat selalu," timpal Serda Heri.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, memastikan Suderajat telah memaafkan Aiptu Ikhwan dan Serda Heri.
Roby mengatakan Suderajat menganggap permasalahan yang terjadi telah selesai.
"Alhamdulillah beliau memaafkan dan ikhlas, menganggap permasalahan sudah selesai," kata Roby, Rabu (28/1/2026).
Viral di Media Sosial
Video Suderajat diintimidasi Aiptu Ikhwan dan Serda Heri beredar luas di media sosial.
Dalam video yang beredar, terlihat keduanya menuduh Suderajat menjual es gabus berbahan spons.
"Penjual es kue jadul, yang dulu pernah kita makan," kata Aiptu Ikhwan.
"Nah sekarang harap hati-hati bagi orang tua ya, karena ini sudah rekayasa, bukan bahan kue lagi, tapi bahan spons."
"Ini bisa kita lihat bahan spons dibakar dia meleleh yah," imbuhnya.
Baca juga: Hadiah Umrah hingga Uang dari Gibran, Suderajat Banjir Bantuan usai Videonya Diintimidasi Viral
Tak hanya itu, Serda Heri juga memaksa pedagang untuk menghabiskan es gabus yang disuapkan kepadanya.
"Habisin, yang m*d*r biar kamu, jangan anak-anak kecil ya," ujar Serda Heri.
Kasus ini bermula dari laporan yang dibuat seorang warga Kemayoran bernama Arief Fadillah (43), Sabtu (24/1/2026).
Arief menyebut Suderajat menjual es gabus berbahan spons.
Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap sampel seluruh dagangan Suderajat, tidak ditemukan bahan berbahaya.
Dagangan Suderajat, termasuk es kue, es gabus, agar-agar, dan cokelat meses, dipastikan aman dan layak dikonsumsi.
"Tim DOKKES telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya jelas: produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya."
"Untuk menjamin ketenangan publik, kami juga mengirim sampel ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik Polri," jelas AKBP Roby Heri Saputra, Minggu (25/1/2026).
Buntut kejadian itu, Suderajat mendapat ganti rugi atas barang dagangan yang diamankan selama proses pemeriksaan.
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Abdi Ryanda Shakti, Kompas.com/Dinda Aulia)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.