Bahar Bin Smith dan Kasusnya
Timeline Kasus Terbaru Bahar Bin Smith: dalam 5 Bulan Jadi Tersangka Diduga Aniaya Anggota Banser
2026, Bahar Bin Smith terjerat kasus dugaan penganiayaan anggota Banser di Tangerang hingga ditetapkan sebagai tersangka dalam waktu 5 bulan.
Ringkasan Berita:
- Kasus terbaru Bahar Bin Smith, awal 2026 jadi tersangka dugaan penganiayaan pada anggota Banser.
- Bahar bin Smith resmi tersangka penganiayaan setelah polisi melakukan penyelidikan selama kurang lebih 5 bulan dan gelar perkara.
- Kasus bermula dari insiden saat ceramah di Cipondoh, Kota Tangerang, pada 21 September 2025
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lagi, Bahar Bin Smith harus berurusan dengan hukum.
Teranyar awal tahun 2026 ini, Bahar Bin Smith ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan.
Korbannya adalah seorang anggota Barisan Serbaguna Ansor (Banser) di Tangerang.
Kasus bermula dari insiden saat ceramah di Cipondoh, Kota Tangerang, pada 21 September 2025.
Lima bulan berlalu akhirnya dari gelar perkara Polres Metro Tangerang Kota menetapkan Bahar bin Smith sebagai tersangka.
Kasus ini menambah daftar panjang kontroversi Bahar Bin Smith, yang sebelumnya pernah terjerat kasus penganiayaan (2018) dan ujaran kebencian (2019–2021).
Melibatkan Banser (Barisan Ansor Serbaguna), sebuah organisasi di bawah GP Ansor, kasus teranyarnya ini memicu perhatian besar dari kalangan ormas Islam dan masyarakat luas.
Baca juga: Komentar Menohok Firdaus Oiwobo soal Bahar bin Smith Disebut Telantarkan Istri Sirinya
Timeline Kasus Terbaru Bahar Bin Smith
- Akhir Januari 2026
Terjadi insiden penganiayaan terhadap seorang anggota Banser di Tangerang.
Korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
- Awal Februari 2026
Polres Metro Tangerang Kota melakukan penyelidikan, memeriksa saksi-saksi, dan mengumpulkan bukti terkait dugaan penganiayaan.
- 1 Februari 2026
Polisi resmi menetapkan Habib Bahar Bin Smith sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan tersebut.
Status tersangka diumumkan ke publik dan menjadi sorotan media nasional.
- 2 Februari 2026
Kasus ini masih dalam proses hukum. Publik menunggu langkah selanjutnya dari kepolisian, termasuk kemungkinan pemanggilan atau penahanan.