Pedagang Es Gabus Dianiaya
Anak Suderajat Pedagang Es Gabus Minta Maaf, Singgung soal Jawaban sang Ayah yang Berlebihan
Pedagang es gabus, Suderajat, terindikasi mengalami gangguan mental sehingga kesulitan dalam berkomunikasi.
"Ini juga didukung dari keterangan Pak Suderajat ya. Sudah berkali-kali Pak Suderajat menyampaikan bahwa Bhabinkamtibmas tidak melakukan pemukulan," sambungnya.
Meski begitu, Budi Hermanto mengatakan pihaknya tetap mengambil langkah pembinaan terhadap anggota khususnya soal tata cara berkomunikasi dengan masyarakat.
"Tetapi, dilakukan pembinaan terhadap Bhabinkamtibmas terhadap upaya-upaya makanya kemarin Polda Metro Jaya melakukan peningkatan kemampuan tentang komunikasi sosial."
"Bagaimana bisa menyampaikan komunikasi yang baik kepada masyarakat. Seperti yang disampaikan oleh Bapak Kapolda Metro Jaya; ‘Jangan sakiti hati masyarakat'," tutur dia.
Viral di Media Sosial
Video Suderajat diintimidasi Aiptu Ikhwan dan Serda Heri beredar luas di media sosial.
Dalam video yang beredar, terlihat keduanya menuduh Suderajat menjual es gabus berbahan spons.
"Penjual es kue jadul, yang dulu pernah kita makan," kata Aiptu Ikhwan.
"Nah sekarang harap hati-hati bagi orang tua ya, karena ini sudah rekayasa, bukan bahan kue lagi, tapi bahan spons."
"Ini bisa kita lihat bahan spons dibakar dia meleleh yah," imbuhnya.
Tak hanya itu, Serda Heri juga memaksa pedagang untuk menghabiskan es gabus yang disuapkan kepadanya.
"Habisin, yang m*d*r biar kamu, jangan anak-anak kecil ya," ujar Serda Heri.
Kasus ini bermula dari laporan yang dibuat seorang warga Kemayoran bernama Arief Fadillah (43), Sabtu (24/1/2026).
Arief menyebut Suderajat menjual es gabus berbahan spons.
Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap sampel seluruh dagangan Suderajat, tidak ditemukan bahan berbahaya.
Dagangan Suderajat, termasuk es kue, es gabus, agar-agar, dan cokelat meses, dipastikan aman dan layak dikonsumsi.