Bukan Keracunan, Sekeluarga di Tanjung Priok Tewas Memang Diracun Anak Tengah, Motif Dendam
Kasus tewasnya satu keluarga di Tanjung Priok ternyata bukan akibat keracunan tetapi memang sengaja diracun. Pelakunya adalah anak tengah.
Namun, pada malam harinya, ibu dan kakak pelaku memarahinya karena memiliki kebiasan pulang pagi.
Detik-detik Syauqi meracuni keluarganya dimulai ketika dirinya merebus teh yang dicampur kapur barus. Pada momen tersebut, seluruh anggota keluarga pelaku sudah tidur.
Baca juga: Usai Bunuh Wanita di Sleman, Pelaku Datangi Makam Ortu lalu Tenggak Racun Serangga
Akibat rebusan teh tersebut, para korban menjadi lemas akibat asap yang memenuhi rumahnya.
Sementara, di saat yang bersamaan, pelaku pergi dan menutup pintu rumahnya agar para korban keracunan.
Ketika korban dalam kondisi lemas, tersangka lantas menyiapkan minuman teh dari hasil rebusannya tadi dan dicampur dengan racun tikus yang dibeli sebelumnya.
Pada 2 Januari 2026 dini hari, Syauqi lantas menyuapi para korban dengan minuman teh yang sudah dicampur racun tikus tersebut.
Lalu, tersangka dengan sengaja membakar kembang api yang dibawanya tadi dan mengarahkan ke tubuhnya sendiri agar seolah menjadi korban.
Jenazah para korban pun ditemukan pertama kali oleh salah satu anggota keluarga berinisial MK (24). Pada momen yang sama, Syauqi juga ditemukan oleh saudaranya tersebut dalam kondisi lemas di kamar mandi.
Sebagian artikel telah tayang di Tribun Jakarta dengan judul "Breaking News: Sekeluarga Tewas di Warakas Korban Pembunuhan Berencana, Sempat Dikira Keracunan"
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)(Tribun Jakarta/Gerald Leonardo Agustino)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kasus-Sekeluarga-Tewas-Diracun-di-Tanjung-Priok.jpg)