Kapolda Metro Jaya Wanti-wanti Anggotanya Tak Boleh Bawa Senjata Api saat Amankan Demo Mahasiswa
Ia juga meminta anggota tidak bersikap arogan hingga agresif ketika berhadapan dengan massa demo.
Ringkasan Berita:
- Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mewanti-wanti anggotanya agar tidak membawa senjata api (senpi) saat mengamankan aksi demo mahasiswa di Mabes Polri
- Asep mengatakan seluruh personel wajib memedomani ketentuan peraturan internal Polri yang berlaku.
- Ia juga meminta anggota tidak bersikap arogan hingga agresif ketika berhadapan dengan massa demo.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mewanti-wanti anggotanya agar tidak membawa senjata api (senpi) saat mengamankan aksi demo mahasiswa di Mabes Polri, Jakarta.
Hal itu dikatakan Asep saat memimpin apel pengamanan di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Baca juga: Polda Metro Jaya Lakukan Penyekatan, Antisipasi Pelajar STM Ikut Demo di Mabes Polri Hari Ini
"Saya tegaskan tidak ada yang menggunakan senjata api. Saya tegaskan, tidak ada yang menggunakan dan membawa senjata api," kata Asep.
Terlihat, sejumlah anggota yang berbaris pun juga dicek satu per satu oleh petugas Provost untuk memastikan tidak ada senjata api yang dibawa anggota pengamanan demo.
Baca juga: 3.093 Polisi Dikerahkan untuk Pengamanan Demo Mahasiswa di Mabes Polri Hari Ini
"Siapapun yang melanggar, akan saya tindak," ucapnya.
Di samping itu, Asep mengatakan seluruh personel wajib memedomani ketentuan peraturan internal Polri yang berlaku. Termasuk pedoman penggunaan kekuatan, pengendalian massa, dan pengendalian huru-hara. Tindakan harus punya dasar, prosedur, dan bisa pertanggungjawabkan.
"Semua tindakan di lapangan harus satu komando. Tidak boleh ada inisiatif sendiri tanpa instruksi. Para Perwira Pengendali (Padal) sampai Perwira Menengah (Pamen) wajib memastikan rantai komando berjalan. Satu komando, berarti satu suara, satu gerak, satu kendali. Itu harus dipahami oleh para komandan lapangan," tuturnya.
Ia juga meminta anggota tidak bersikap arogan hingga agresif ketika berhadapan dengan massa demo.
"Tetap kita memohon kepada Allah SWT supaya semuanya diberikan kelancaran, selamat, dan juga sehat dari pihak saudara-saudara kita mahasiswa atau orang yang melaksanakan unjuk rasa, dan selamat dan sehat juga dari pihak kita selaku anggota Polri. Itu yang kita harapkan," ucapnya.
Dalam hal ini, nantinya akan ada 3.093 personel kepolisian yang disiagakan untuk melakukan pengamanan demo hari ini.
Polisi juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Mabes Polri. Namun, hal itu masih bersifat situasional melihat kondisi di lapangan.
Untuk informasi, Sejumlah elemen mahasiswa akan menggelar aksi demo atau unjuk rasa menuntut kematian Arianto Tawakkal (AT) di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026).
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan BEM Universitas Negeri Jakarta (UNJ) telah membagikan flyer aksi tersebut di akun medsosnya.
Aksi demo bakal dilaksanakan mulai pukul 13.00 WIB.
Anggota BEM UI Hafidz Hernanda menyampaikan setidaknya ada lima tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi nanti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/demomhs2222.jpg)