Minggu, 31 Mei 2026

Tragedi Sahur Berdarah di Bekasi: Pasutri Jatibening Dirampok, Suami Tewas dan Istri Kritis!

Tragedi Sahur di Jatibening Bekasi: Pasutri dirampok, suami tewas & istri kritis. Anak curiga tak dibangunkan sahur. Simak kronologinya!

Tayang:
freepik/kjpargeter
PERAMPOKAN DAN PEMBUNUHAN – Ilustrasi pemasangan garis polisi (police line) di Tempat Kejadian Perkara (TKP) perampokan disertai pembunuhan. Peristiwa tragis terjadi di Jatibening, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (2/3/2026) dini hari, menimpa pasangan suami istri saat waktu sahur. 

Ringkasan Berita:
  • Peristiwa Tragis: Pasangan suami istri (pasutri) di Pondok Gede menjadi korban penganiayaan berat saat waktu sahur, Senin (2/3/2026).
  • Kesaksian Anak: Kecurigaan bermula saat sang ibu tak kunjung membangunkan sahur hingga terdengar suara mengerang dari kamar yang terkunci.
  • Barang Hilang: Pelaku diduga masuk lewat jendela, menggasak perhiasan emas yang sedang dikenakan korban serta kunci mobil.

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI – Suasana menjelang waktu sahur di Komplek Prima Lingkar Asri, Jatibening, Kota Bekasi, Jawa Barat, berubah menjadi mencekam, Senin (2/3/2026).

Sepasang suami istri menjadi korban perampokan sadis yang menyebabkan sang suami, EU (65), tewas di tempat, sementara istrinya, P (60), dalam kondisi kritis.

Peristiwa memilukan ini pertama kali terungkap oleh anak perempuan korban sekitar pukul 04.00 WIB.

Kecurigaan muncul lantaran sang ibu tidak kunjung datang membangunkannya untuk memasak sahur seperti rutinitas biasanya.

Suara Mengerang dari Kamar Gelap

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, menjelaskan bahwa anak korban sempat menunggu hingga alarm ponselnya berbunyi menjelang imsak.

Karena merasa ada yang tidak beres, ia memutuskan turun ke lantai bawah.

"Anak korban curiga karena tidak dibangunkan seperti biasanya. Saat ia turun ke bawah, lampu dalam kondisi mati dan ia mendengar suara seperti orang mengerang atau mengorok dari dalam kamar," ujar Kompol Andi di lokasi kejadian.

Kepanikan memuncak saat anak korban mendapati gagang pintu (handle) kamar orang tuanya telah rusak dan pintu dalam keadaan terkunci.

Setelah meminta bantuan keluarga dan membongkar jendela, kedua korban ditemukan tergeletak bersimbah darah.

EU dinyatakan meninggal dunia, sedangkan P segera dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi akibat luka serius di bagian kepala.

Baca juga: Kasus Pengantin Pesanan Viral, Vina Cirebon Minta Tolong, 25 Menit Video Call Gubernur Dedi Mulyadi

Modus Operandi dan Barang yang Hilang

Berdasarkan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal, polisi menduga pelaku masuk dengan cara memanjat pagar dan mencongkel jendela rumah.

Hantaman benda tumpul di kepala bagian belakang diduga menjadi penyebab fatalitas para korban.

Sejumlah barang berharga milik korban pun dilaporkan raib digondol pelaku.

"Keterangan dari anak korban, barang yang hilang di antaranya gelang emas yang dipakai di tangan korban serta dua buah kunci mobil. Untuk barang lainnya masih kami data," jelas Andi.

Hingga saat ini, Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota masih melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap identitas dan jumlah pelaku.

Kepolisian kini tengah menunggu hasil visum resmi untuk memperkuat bukti kekerasan dalam aksi keji tersebut.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved