Pembunuhan Wanita di Serang Direkayasa, Jasad Ditemukan Tergantung di Pohon
Seorang pria berinisial AS (47) tega memiting leher rekan wanitanya, BB (41), hingga tewas lalu menggantung jasadnya di pohon menggunakan tali tambang
Ringkasan Berita:
- Perempuan berinisial BB (41) yang awalnya dikira tewas bunuh diri ternyata merupakan korban pembunuhan.
- Pembunuhan dipicu rasa sakit hati pelaku akibat ucapan kasar korban saat hendak meminjam uang.
- Untuk menghilangkan jejak, pelaku menggantung jasad korban di pohon dengan tali tambang.
TRIBUNNEWS.COM - Kasus kekerasan terhadap perempuan menunjukkan rentannya perempuan menjadi korban pelampiasan emosi hingga berujung pada hilangnya nyawa.
Pada Senin (18/5/2026) lalu, perempuan berinisial BB (41) ditemukan tewas tergantung di Lingkungan Pakel Pudak, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten.
Warga mengira BB mengakhiri hidupnya, namun penyidik melakukan autopsi untuk mengungkap penyebab kematiannya.
Ditemukan luka robek di pelipis kanan korban serta memar di beberapa bagian tubuh.
Korban merupakan warga Kampung Pakel Masjid yang rumahnya tak jauh dari lokasi penemuan jasad.
Setelah dilakukan penyelidikan, terungkap BB tewas dianiaya dan pelaku berinisial AS (47) merekayasa kematian korban.
AS merupakan teman korban yang ditangkap di Jalan Garuda Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten pada Jumat (22/5/2026) dini hari.
Kanit Jatanras Polresta Serang Kota, Iptu Angga Kusuma W, menjelaskan AS dan korban bertemu pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Baca juga: Kronologi Penemuan 2 Mayat di Sungai Bedog Bantul, Satu Jasad Tinggal Tengkorak
"Korban itu mau meminjam uang, karena pelaku ini tidak mempunyai uang, lalu korban mengeluarkan kata-kata yang membuat pelaku ini sakit hati," ungkapnya, Jumat (22/5/2026).
AS yang tersinggung dengan ucapan tersebut memiting leher korban.
Melihat korban tak bernyawa, AS merekayasa kematian dengan menggantung jasad menggunakan tali tambang.
"Untuk motifnya sendiri jadi pelaku ini merasa sakit hati atas ucapan dari korban, menurut keterangan dari pelaku bahwa korban mengatakan kepada pelaku dengan kata-kata kasar ataupun kata-kata yang tidak baik," terangnya, dikutip dari Tribunbanten.com.
Jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Banten untuk diautopsi.
"Dari hasil keterangan dari pihak forensik bahwa korban ini terdapat luka-luka di atas alis kemudian di pipi dan di lengan. Dengan adanya hasil tersebut bahwa mengindikasikan terdapat kejanggalan bahwa korban ini melakukan gantung diri ataupun bunuh diri," jelasnya.
Baca juga: Fakta 3 Pendaki Meninggal Imbas Erupsi Gunung Dukono, Jasad Tertimbun
Pelaku juga membawa kabur handphone korban.
Kasus terungkap setelah penyidik menemukan hubungan kedekatan korban dengan AS.
Sebelumnya, Dokter Forensik RS Bhayangkara Polda Banten, Donald Rinaldi, menyatakan jeratan di leher bisa muncul akibat faktor lain.