Sekolah Maung Resmi Dibuka, Begini Sistem Seleksi dan Jalur Pendaftarannya
Sekolah Maung dinilai menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi unggul berbasis kearifan lokal.
TRIBUNNEWS.COM - Belakangan ini, program Sekolah Manusia Unggul atau Sekolah Maung yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang lebih dikenal dengan KDM, mulai ramai diperbincangkan masyarakat.
Program pendidikan berbasis SMA dan SMK Negeri ini disebut hadir sebagai bentuk lain dari sekolah unggulan di Jawa barat yang tidak hanya menekankan prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian siswa.
Salah satu alasan KDM menginisiasi program ini sempat disampaikan pada salah satu sesi wawancara dengan media, ia menyampaikan kekhawatirannya bahwa menurut data Kemendikdasmen sekolah negeri di Jawa Barat yang memiliki kualifikasi sebagai sekolah unggul didominasi oleh swasta.
Selain itu, kualifikasi murid yang masuk ke sekolah pun mengalami penurunan akademis.
Maka khusus untuk yang dulu menjadi sekolah unggulan akan diterapkan proses rekrutmen di mana penerimaan siswa diperbesar melalui jalur akademik dan prestasi non akademik.
Program tersebut mendapat dukungan dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, perguruan tinggi, hingga komunitas alumni sekolah.
Sekolah Maung dinilai menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi unggul berbasis kearifan lokal dengan tetap memperhatikan keragaman potensi peserta didik, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Konsep sekolah unggulan yang diusung juga membuat banyak masyarakat mulai penasaran, terutama terkait bagaimana proses seleksi masuk dan kriteria siswa yang nantinya dapat bergabung di Sekolah Maung.
Siswa Tidak Hanya Belajar di Kelas, tetapi Juga Dibentuk Mental dan Keterampilannya
Program Sekolah Maung menjadi bagian dari transformasi sekolah unggulan di Jawa Barat yang dirancang untuk memberikan layanan pendidikan lebih optimal bagi siswa berprestasi.
Berbeda dari sekolah reguler pada umumnya, Sekolah Maung disiapkan dengan sistem pendidikan yang lebih terarah dalam membentuk karakter, mental, hingga kemampuan akademik siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan bahwa pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, sekolah yang masuk kategori Sekolah Maung akan menggunakan jalur prestasi sebagai mekanisme utama penerimaan siswa baru.
Baca juga: Kenapa Menguap Bisa Menular? Ini Penjelasan Ilmiah di Balik Contagious Yawning
Menariknya, proses penerimaan juga dimulai lebih awal dibanding sekolah reguler.
Selain itu, Sekolah Maung tidak lagi menggunakan jalur domisili seperti sekolah pada umumnya.
Seleksi dilakukan berdasarkan prestasi akademik melalui nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang telah divalidasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Program ini juga disebut menjadi upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menghadirkan kembali sekolah negeri unggulan yang dapat menjadi kebanggaan masyarakat.
Tidak hanya bagi siswa dengan kemampuan ekonomi tinggi, Sekolah Maung juga diharapkan dapat menjadi ruang pendidikan berkualitas bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sekolah-Maung-GO.jpg)