Kamis, 4 Juni 2026

Kasus Kematian Ermanto Usman

Tak Ada CCTV Polisi Kesulitan Ungkap Kasus Pembunuhan Ermanto Usman di Bekasi

Pengungkapan kasus melibatkan tim dari Polda Metro Jaya hingga Bareskrim Polri.Meski demikian hingga saat ini polisi masih mendalami semua kemungkinan

Tayang: | Diperbarui:
Editor: willy Widianto
Tangkapan layar dari YouTube Forum Keadilan TV
TEWAS - Ermanto Usman atau EU (65) ditemukan tewas dengan muka lebam dan bersimbah darah di kamar rumahnya di Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (2/3/2026). Beberapa bulan lalu, ia sempat mengungkap dugaan korupsi PT Pelindo II yang diduga mengakibatkan negara rugi Rp4,08 triliun. 

Ringkasan Berita:
  • Pengungkapan kasus ini juga melibatkan tim dari Polda Metro Jaya hingga Bareskrim Polri.
  • Meski demikian, hingga saat ini polisi masih mendalami berbagai kemungkinan terkait peristiwa tersebut
  • Kesulitan itu adalah minimnya saksi dan tidak adanya rekaman CCTV di sekitar rumah korban.

 

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Polisi masih terus menyelidiki kasus tewasnya Ermanto Usman (65), korban dugaan pembunuhan di Perumahan Prima Asri Blok B4, Jalan Caman Raya, Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, mengatakan pihaknya bersama tim gabungan masih mengumpulkan berbagai bukti untuk mengungkap pelaku.

“Untuk update terbaru, kami masih melakukan penyelidikan. Saat ini tim masih mengumpulkan semua bukti, belum ada perkembangan yang signifikan,” kata Andi kepada Tribun Bekasi, Kamis (5/3/2026).

Andi menjelaskan, pengungkapan kasus ini juga melibatkan tim dari Polda Metro Jaya hingga Bareskrim Polri.

Meski demikian, hingga saat ini polisi masih mendalami berbagai kemungkinan terkait peristiwa tersebut. “Kami masih bekerja bersama tim dari Polda dan Bareskrim. Mohon doanya saja, semoga segera ada titik terang,” jelasnya.

Andi menuturkan, pihaknya mengalami kesulitan utama dalam pengungkapan kasus ini. Kesulitan itu adalah minimnya saksi dan tidak adanya rekaman CCTV di sekitar rumah korban.

“Iya, di rumah korban tidak ada CCTV. Saksi juga sangat minim,” tuturnya.

Andi menyampaikan, bahkan, setelah dilakukan pengecekan di lingkungan sekitar lokasi kejadian, kamera pengawas yang ada tidak mengarah langsung ke lokasi kejadian.

Meski demikian, polisi tetap berupaya mengumpulkan berbagai petunjuk lain dari lokasi kejadian maupun keterangan para saksi.

“Untuk di lingkungan sekitar juga tidak ada yang menangkap gambar terduga pelaku. Semua CCTV mengarah ke pekarangan masing-masing rumah,” ucapnya.

Sebagai informasi, Ermanto sebelumnya ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian pada Senin (2/3/2026). Jenazah Ermanto langsung dibawah ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur guna proses pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara istrinya, P (60) ditemukan dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Primaya Kalimalang, Bekasi, usai diduga menjadi korban penganiayaan.

Terkait hal tersebut Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka menyoroti kasus dugaan perampokan yang menewaskan pensiunan Jakarta International Container Terminal (JICT), Ermanto Usman (65), di kawasan Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Ia meminta kepolisian melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap kasus tersebut secara tuntas, termasuk membongkar kemungkinan adanya dalang di balik peristiwa tersebut.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun bekasi
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved