Cap Go Meh Bertajuk Little Singkawang Digelar di Jakarta Barat, Hadirkan Tradisi Tatung
Perayaan Cap Go Meh bertajuk Little Singkawang digelar di TM Season City, Jakarta. Acara tetap meriah meskipun berlangsung di tengah hujan rintik
Ringkasan Berita:
- Acara bertajuk Little Singkawang tetap meriah meskipun berlangsung di tengah hujan rintik
- A caraLittle Singkawang yang mencoba membawa suasana Cap Go Meh khas Singkawang ke tengah masyarakat Jakarta
- Atraksi Tatung menjadi ikon utama
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perayaan Cap Go Meh digelar di TM Season City, Jakarta, Minggu (8/3/2026).
Acara bertajuk Little Singkawang tetap meriah meskipun berlangsung di tengah hujan rintik.
Perayaan menghadirkan berbagai tradisi khas yang identik dengan Cap Go Meh, mulai dari atraksi Tatung hingga pawai budaya lintas etnis yang menggambarkan kekayaan budaya Nusantara.
Cap Go Meh sendiri merupakan perayaan hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek yang secara tradisional menjadi penutup rangkaian perayaan Tahun Baru bagi masyarakat Tionghoa.
Dalam tradisi yang berkembang di Indonesia, khususnya di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, perayaan ini dikenal dengan berbagai ritual dan atraksi budaya yang sarat makna.
Baca juga: 6 Tempat yang Cocok untuk Rayakan Cap Go Meh di Indonesia Tahun 2026, Lengkap dengan Sejarahnya
Konsep tersebut dihadirkan kembali melalui acara Little Singkawang yang mencoba membawa suasana Cap Go Meh khas Singkawang ke tengah masyarakat Jakarta.
Atraksi Tatung menjadi ikon utama dalam perayaan ini.
Tradisi Tatung dikenal sebagai ritual spiritual yang dilakukan oleh orang-orang terpilih yang diyakini menjadi medium roh leluhur atau dewa, sebagai bentuk tolak bala sekaligus simbol perlindungan bagi masyarakat.
Selain atraksi Tatung, perayaan ini juga dimeriahkan pawai budaya yang melibatkan berbagai komunitas lintas etnis.
Baca juga: 50 Ucapan Cap Go Meh 2026 untuk Rekan Kerja dan Bos yang Hangat dan Penuh Makna
Kehadiran pawai tersebut menggambarkan bagaimana Cap Go Meh tidak hanya menjadi milik satu kelompok budaya, tetapi juga berkembang sebagai ruang perjumpaan berbagai tradisi di Indonesia.
Center Director TM Seasons City, Mualim Wijoyo, mengatakan perayaan Cap Go Meh tahun ini memiliki makna yang semakin kuat karena berlangsung pada bulan yang sama dengan sejumlah momentum penting lainnya.
“Cap Go Meh tahun ini memiliki makna yang sangat kuat karena hadir dalam bulan yang sama dengan Imlek dan Ramadan. Ini menjadi simbol nyata Harmoni Nusantara, di mana keberagaman bukan hanya dirayakan tetapi juga dirangkul bersama,” ujar Mualim Wijoyo di TM Season City, Jakarta Barat, Minggu (8/3/2026).
Menurutnya, perayaan budaya seperti ini menjadi salah satu cara untuk menjaga semangat toleransi di tengah masyarakat yang beragam.
Ia juga menilai kegiatan tersebut dapat memperkuat posisi Jakarta sebagai kota yang terbuka terhadap berbagai budaya.
Ketua Panitia, TJ Jollyman, menjelaskan bahwa konsep Little Singkawang dipertahankan karena dinilai mampu menghadirkan suasana Cap Go Meh yang autentik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Momen-perayaan-Cap-Go-Meh-3215.jpg)