Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras oleh OTK: Luka Bakar 24 Persen
Andrie Yunus dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan disiram air keras oleh pelaku bermotor di Salemba, alami luka bakar 24 persen
Ringkasan Berita:
- Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh dua orang tak dikenal di kawasan Salemba
- Serangan terjadi saat ia mengendarai motor usai rekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia
- Akibatnya, Andrie mengalami luka bakar sekitar 24 persen di wajah, tangan, dada, dan area mata serta harus mendapat perawatan medis di rumah sakit.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh dengan tingkat luka mencapai 24 persen.
"Pascaperistiwa tersebut, Andrie Yunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis," kata Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya dalam keterangannya, Jumat (13/3/2025).
Peristiwa itu terjadi setelah Andrie menyelesaikan perekaman siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia yang membahas topik “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.
Kegiatan tersebut selesai sekitar pukul 23.00 WIB.
Baca juga: Motif 3 Siswa SMK di Jakpus Siram Air Keras ke Pelajar Lain, Didapat dari Laboratorium Sekolah
Berdasarkan informasi, sekitar pukul 23.37 WIB Andrie sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I–Talang, Jakarta Pusat.
Saat melintas di sekitar Jembatan Talang, dua orang pelaku yang berboncengan sepeda motor mendekatinya dari arah berlawanan.
Kedua pelaku diduga menggunakan sepeda motor matik jenis Honda Beat keluaran tahun 2016 hingga 2021.
Pelaku terdiri dari dua laki-laki yang masing-masing berperan sebagai pengendara dan penumpang.
Pengendara motor mengenakan kaus kombinasi putih dan biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm hitam.
Sementara penumpang menggunakan penutup wajah menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaus biru tua, dan celana panjang biru yang dilipat hingga pendek.
Saat mendekati korban, salah satu pelaku menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah Andrie. Cairan tersebut mengenai beberapa bagian tubuh korban.
"Akibat serangan tersebut, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya," kata Dimas.
Andrie kemudian segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat, terutama pada bagian mata yang terkena cairan tersebut.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan Andrie mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh, termasuk tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta area mata.
Sejauh ini tidak ditemukan adanya barang milik korban yang hilang atau dirampas baik saat kejadian maupun setelah peristiwa berlangsung.
--
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kepala-Divisi-Hukum-KontraS-Andrie-Yunus-di-kantor-YLBHI-Jakarta.jpg)