Selasa, 21 April 2026

Begal Motor Sadis di Jalan Gunung Sahari Jakpus, Korban Diancam Pakai Celurit

Dalam kondisi tertekan, korban akhirnya menyerahkan barang berharga, termasuk ponsel milik pembonceng.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Erik S
HO/IST/HO/Warga Jakarta
BEGAL MOTOR - Aksi perampasan sepeda motor sadis terjadi di Jalan Gunung Sahari Raya, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026) dini hari. Komplotan pelaku menggunakan senjata tajam jenis celurit untuk merampas barang berharga korban 

Ringkasan Berita:
  • Perampasan sepeda motor terjadi di Gunung Sahari Jakarta Pusat, korban dicegat empat pelaku dini hari.
  • Pelaku mengancam dengan celurit, memaksa korban turun, lalu mengambil motor serta ponsel milik pembonceng korban.
  • Polisi masih menyelidiki kasus ini, pelaku belum ditangkap dan sedang diburu berdasarkan keterangan saksi.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aksi perampasan sepeda motor sadis terjadi di Jalan Gunung Sahari Raya, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026) dini hari.

Peristiwa itu terekam kamera CCTV dan viral di media sosial.

Korban dua orang yang tengah berboncengan tiba-tiba dicegat oleh empat orang tak dikenal (OTK).

Dalam video yang beredar, keempat pelaku terlihat datang secara beriringan sebelum memepet kendaraan korban. 

Salah satu pelaku sempat berupaya mencabut kunci kontak motor, namun aksinya tidak berhasil.

Situasi kemudian memanas ketika seorang pelaku turun dari kendaraan sambil mengacungkan celurit ke arah korban. 

Ancaman itu membuat korban dipaksa turun dari sepeda motor dan menjauh dari kendaraannya.

Meski sempat memberikan perlawanan, korban akhirnya memilih mengalah setelah melihat senjata tajam yang diarahkan kepadanya. 

Ia bersama rekannya kemudian berdiri di pinggir trotoar.

Baca juga: Petugas Pemadam Kebakaran Jadi Korban Begal di Gambir, Motor dan Dua Ponsel Raib

Tak berhenti di situ, dua pelaku lainnya turut mendekat dan kembali mengintimidasi, khususnya terhadap pembonceng. 

Dalam kondisi tertekan, korban akhirnya menyerahkan barang berharga, termasuk ponsel milik pembonceng.

Setelah berhasil menguasai barang milik korban, para pelaku langsung melarikan diri dan meninggalkan lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra membenarkan adanya tindak pidana perampasan disertai kekerasan.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

“Belum (ada yang diamankan, red), masih pendalaman informasi-informasi dari saksi,” ujar Roby saat dikonfirmasi Rabu (15/4/2026).

Hingga kini para terduga pelaku masih diburu keberadaannya.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved