Jumat, 8 Mei 2026

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Isak Tangis Keluarga Warnai Proses Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Hingga pagi ini sebanyak 7 orang meninggal dan 81 korban luka yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Bekasi.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
KECELAKAAN KA BEKASI - Keluarga korban kecelakaan maut tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan Commuter Line saat menyambangi Posko Pengaduan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi pada Selasa (28/4/2026) pagi. 

Ringkasan berita

  • Kecelakaan kereta commuter line dengan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di kawasan Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. 
  • Hingga pagi ini sebanyak 7 orang dinyatakan meninggal dunia dan puluhan orang lainnya terluka masih menjalani perawatan di rumah sakit.
  • Saat ini proses evakuasi masih berlangsung sementara 13 perjalanan kereta jarak jauh dibatalkan sementara.
  • Sementara keluarga korban  menyambangi Posko Pengaduan di Stasiun Bekasi Timur.
  • Tribunnews.com Network akan terus meng-update informasi terkait kecelakaan ini.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tangis keluarga korban kecelakaan maut antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan Commuter Line pecah saat menyambangi Posko Pengaduan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi pada Selasa (28/4/2026) pagi. 

Pantauan Tribunnews.com, tampak dua perempuan dan dua laki-laki menangis.

Mereka mendapatkan pendampingan dari Polwan yang berjaga. 

Sejumlah keluarga lainnya masih melapor ke Posko Pengaduan untuk mencari tahu kepastian keluarga mereka yang menjadi korban dalam kecelakaan itu. 

Saat ini tim dari Basarnas masih melakukan proses evakuasi.

Petugas menghadapi kendala karena sejumlah korban terjepit di dalam gerbong sehingga diperlukan pemotongan badan kereta oleh tim Basarnas.

Kecelakaan ini melibatkan kereta PLB 5568A (Commuter Line relasi Cikarang) dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi di KM 28+920 wilayah Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam.

Peristiwa bermula dari commuter line yang tertemper taksi listrik lalu ditabrak oleh rangkaian kereta jarak jauh di gerbong paling akhir.

Mayoritas perempuan

Hingga pagi ini sebanyak 7 orang meninggal dan 81 korban luka yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Bekasi.

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengatakan hingga saat ini masih ada tiga korban yang terjepit material kereta dan menunggu proses ekstrikasi.

“Kami mengucapkan duka cita. Kondisi kecelakaan ini membutuhkan penanganan khusus karena terjadi impact yang menyebabkan lokomotif menyatu dengan satu gerbong wanita,” kata Syafii dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026) pagi.

Ia menjelaskan proses evakuasi melibatkan personel dengan kemampuan khusus.

Ekstrikasi merupakan teknik penyelamatan dengan metode cutting (pemotongan) dan lifting (pengangkatan material) untuk memisahkan tubuh korban dari jepitan logam.

Adapun seluruh korban terjepit dalam gerbong KRL adalah perempuan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved