Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Kesaksian Penumpang Selamat Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur
Kesaksian Munir ungkap detik tabrakan KRL–Argo Bromo di Bekasi Timur, gerbong perempuan rusak parah.
Ringkasan Berita:
- Munir, penumpang KRL, menceritakan kronologi tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
- Kereta berhenti karena gangguan jalur, lalu ditabrak dari belakang hingga gerbong perempuan rusak parah.
- Operasi SAR hari kedua mengevakuasi 92 korban, 85 selamat dan 7 meninggal dunia
TRIBUNNEWS.COM - Munir, seorang penumpang menceritakan kronologi tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
Menurut dia, peristiwa itu terjadi saat rangkaian KRL yang ditumpanginya dari arah Jakarta menuju Cikarang tengah berhenti di stasiun.
Kereta disebut berhenti karena adanya gangguan di jalur depan.
Pada saat itu, kata dia, dari arah belakang tiba-tiba datang KA Argo Bromo Anggrek dan langsung menghantam rangkaian KRL.
“Ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai nembus gerbong,” kata Munir di lokasi.
Dia mengungkapkan gerbong khusus perempuan mengalami kerusakan paling parah.
Sejumlah penumpang kesulitan mengevakuasi diri karena akses tertutup bangku dan badan gerbong yang hancur.
Baca juga: Dua Kantong Jenazah Diangkut dari Lokasi Kecelakaan Maut KA di Stasiun Bekasi Timur
Andi Ungkap Momen Mencekam Tabrakan KRL–Argo Bromo
Andi (42), salah satu penumpang yang selamat dari kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur, menceritakan momen mencekam saat tabrakan terjadi.
Ia mengaku tidak menyangka rangkaian KRL yang ditumpanginya akan dihantam dari belakang oleh kereta jarak jauh.
"Kejadiannya begitu cepat, kereta jarak jauh menabrak kami di KRL," ujar Andi dengan suara bergetar di lokasi kejadian, Senin (27/4) malam.
Andi menjelaskan, KRL yang ditumpanginya saat itu berhenti total karena sebuah kendaraan roda empat mogok di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur.
Masinis terpaksa menghentikan rangkaian kereta secara mendadak.
"Yang ditabrak gerbong paling belakang, gerbong khusus wanita itu yang paling belakang," tutur Andi sambil menunjuk ke arah rangkaian KRL yang ringsek.
92 Korban Dievakuasi dari Tabrakan KRL
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) hari kedua terhadap korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur terus berlangsung hingga Selasa (28/4/2026).
Personil Basarnas bersama tim SAR gabungan melakukan evakuasi korban yang masih terjebak di dalam rangkaian kereta dengan mengutamakan kecepatan dan keselamatan hingga dini hari.
Basarnas menyatakan sejak dini hari, proses evakuasi menunjukkan perkembangan signifikan.
Pada pukul 02.42 WIB, tim SAR berhasil mengevakuasi satu korban dalam kondisi meninggal dunia yang belum teridentifikasi. Kemudian, pukul 04.17 WIB, satu korban selamat atas nama Nurul (26) berhasil dievakuasi dan dirujuk ke RSUD Kota Bekasi.
Proses evakuasi berlanjut pada pukul 05.49 WIB dengan penyelamatan korban atas nama Ata (30). Selang 10 menit, pukul 05.59 WIB, satu korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Pukul 06.25 WIB, korban selamat bernama Mia (26) berhasil dievakuasi, disusul Siti Fatonah (47) pada pukul 06.55 WIB, dan Endang Kuswati (40) pada pukul 07.25 WIB.
Basarnas mencatat hingga pukul 07.30 WIB, jumlah korban tercatat sebanyak 92 orang. Dari jumlah tersebut, 85 korban selamat masih dalam perawatan di rumah sakit maupun sudah dipulangkan karena luka ringan, sementara tujuh orang dinyatakan meninggal dunia.
Seluruh korban dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya, termasuk RSUD Kota Bekasi, RS Bela Bekasi, RS Bhakti Kartini, RS Hermina Bekasi, RS Mitra Keluarga, RS Primaya, RS Siloam, hingga RS Polri Kramat Jati.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menegaskan operasi SAR masih difokuskan pada pencarian korban yang diduga masih berada di dalam rangkaian kereta.
“Memasuki hari kedua, kami terus mengoptimalkan seluruh personil Basarnas bersama unsur SAR gabungan yang ada,” kata Desiana.
Ia menambahkan, “Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati menggunakan peralatan ekstrikasi mengingat kondisi rangkaian kereta yang mengalami kerusakan cukup parah. Prioritas kami adalah menemukan dan mengevakuasi seluruh korban secepat mungkin.”
Sebelumnya, kecelakaan melibatkan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.