Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Kecelakaan Kereta di Bekasi, Polisi Soroti Human Error hingga Dugaan Kelalaian Sopir Taksi Listrik
Korlantas Polri mengungkap adanya dugaan kelalaian pengemudi taksi listrik dalam insiden kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek
Di titik ini, taksi listrik dilaporkan mogok saat melintas di rel hingga tertabrak KRL Commuter Line.
Hal itu disampaikannya dalam diskusi publik yang digelar Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bersama Biro Pemberitaan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/4/2026).
"Kendaraan tersebut tidak memprioritaskan perjalanan kereta api. Berdasarkan Pasal 110 ayat (2) PP nomor 72 tahun 2009 peristiwa ini tidak termasuk kecelakaan perkeretaapian melainkan kecelakaan di jalan raya," kata Faizal.
Faizal menjelaskan, insiden awal tersebut kemudian memicu kecelakaan kedua di Stasiun Bekasi Timur yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek.
Ia menyebut kecelakaan pertama menyebabkan terjadinya gangguan komunikasi antara petugas PT KAI dan sistem operasional, sehingga informasi terlambat diterima masinis KA Argo Bromo Anggrek.
"Di mana pengemudi telah lalai tidak memperlihatkan lingkungan sekitar adanya perlintasan kereta api yang tidak terdapat palang pintu kereta api," ucapnya.
Namun demikian, Korlantas Polri belum memastikan status hukum pengemudi taksi listrik tersebut.
"Nanti mungkin dalam waktu dekat akan dirilis, kesalahannya seperti apa dan sebagainya," tandasnya.
Baca juga: Dalami Unsur Kelalaian dan Gangguan Teknis, Masinis dan Sopir Taksi Hijau Diperiksa Polisi
16 Korban Tewas
Untuk informasi, kecelakaan terjadi antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4/2026) malam.
Peristiwa bermula dari commuter line yang tertemper taksi listrik lalu ditabrak oleh rangkaian kereta jarak jauh di gerbong paling akhir.
Polda Metro Jaya menyampaikan korban meninggal dunia atas insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur bertambah.
Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan Rabu (29/4/2026).
"Korban meninggal dunia bertambah satu orang sehingga total menjadi 16 orang, kami berharap tidak ada lagi penambahan korban,” ungkapnya.
Korban meninggal dunia diketahui sempat dirawat di ruang ICU RSUD Bekasi.
Pihak kepolisian menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban.
"Ini menjadi keprihatinan kita bersama saat ini penyidik masih mendalami rangkaian kejadian secara komprehensif,” ujar Kombes Budi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kondisi-Taksi-Listrik-Green-SM-Usai-Tertabrak-KRL_20260428_134122.jpg)