Jakarta Menuju Lima Abad, Kemayoran Jadi Wajah Perubahan Kota
Pemprov DKI Jakarta berencana menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan untuk menyambut momentum 5 Abad Jakarta
Kepala BPS Amalia Adininggar menjelaskan, migrasi neto negatif berarti jumlah penduduk yang keluar dari suatu wilayah lebih besar dibandingkan yang masuk.
“DKI Jakarta tercatat sebagai provinsi dengan migrasi neto negatif terbesar yaitu minus 5,40 persen,” kata Amalia dalam rilis Berita Resmi Statistik, Selasa (5/5/2026).
Sebaliknya, beberapa daerah justru mencatatkan migrasi masuk yang tinggi.
“Kepulauan Riau menjadi provinsi dengan migrasi masuk seumur hidup tertinggi yaitu 38,86 persen,” ujar Amali.
Selain perubahan arah migrasi, dinamika mobilitas penduduk juga terlihat dari meningkatnya fenomena komuter. BPS mencatat wilayah metropolitan Sarbagita—yang meliputi Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan—menjadi kawasan dengan tingkat komuter tertinggi di Indonesia.
“Wilayah Metropolitan Sarbagita merupakan wilayah dengan persentase komuter tertinggi yaitu 12,10 persen,” sebutnya.
Fenomena ini menunjukkan mobilitas harian masyarakat semakin tinggi, seiring dengan berkembangnya konektivitas antarwilayah dan pertumbuhan kawasan penyangga di sekitar kota besar.
Sutiyoso: Urbanisasi Jadi Masalah Utama Jakarta di Usia 5 Abad
Gubernur Jakarta periode 1997–2007, Sutiyoso, mengungkap pandangannya mengenai Jakarta yang akan genap berusia 500 tahun.
Menurutnya, Jakarta adalah magnet sejak era kolonial Belanda hingga kini sebagai pusat bisnis dan budaya.
Namun, ia menilai kerasnya kehidupan di Ibu Kota membuat tidak semua orang bisa meraih impiannya.
"Di daerah sulit sekali orang cari pekerjaan," ujarnya dalam podcast Ruang Jakarta yang tayang perdana di YouTube
@RuangJakartaPodcas, Selasa (21/4/2026).
Baca juga: HUT Jakarta 22 Juni, Inilah Deretan Nama Jakarta dari Masa ke Masa, Mulai Sunda Kelapa
Bang Yos mencontohkan bagaimana orang bertahan hidup di Jakarta dengan cara apa pun.
"Di sini kan napas saja kan, jadi Pak Ogah gini-gini (mengatur lalu lintas) saja dapat duit gitu. Ini contoh-contoh yang sebenarnya ya, di kaki lima segala macam gitulah, sampai di tempat-tempat hiburan terutama kan," katanya.
Menurutnya, banyak pendatang datang tanpa menghitung risiko.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Penampakan-kawasan-ekonomi-di-Jalan-Benyamin-Suaeb-Kemayoran-Jakarta-Pusat.jpg)