Serius Garap Sport Tourism, Jakarta Gelar Event Olahraga Kelas Dunia
Pemprov DKI Jakarta perkuat ekosistem sport tourism lewat sederet event dunia demi masuk Top 50 Kota Global.
TRIBUNNEWS.COM - Jakarta kini tak lagi sekadar dikenal sebagai tujuan wisata belanja atau pusat kegiatan bisnis. Dalam beberapa tahun terakhir, ibu kota berkembang menjadi salah satu destinasi sport tourism yang kian menarik perhatian.
Perkembangan ini terlihat dari semakin banyaknya ajang olahraga yang digelar sepanjang tahun, mulai dari turnamen komunitas, lomba lari massal, hingga kejuaraan otomotif bertaraf internasional. Berbagai kegiatan tersebut tidak hanya menarik peserta dan penonton dari berbagai daerah maupun mancanegara, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melihat potensi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat pengembangan sport tourism sebagai salah satu strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mempertegas posisi Jakarta sebagai kota global yang dinamis dan berdaya saing.
Basket Alumni Jadi Ruang Silaturahmi dan Wisata Olahraga
Salah satu ajang yang menyedot perhatian adalah Kejuaraan Bola Basket Triwarga 2026 yang mempertemukan alumni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) di GOR Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Meski berbalut suasana kompetisi, kejuaraan ini juga menjadi ruang silaturahmi lintas generasi sekaligus magnet bagi komunitas olahraga.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menilai kegiatan seperti ini memiliki kontribusi positif dalam memperkuat ekosistem sport tourism di Jakarta.
“Selamat kepada para juara KU 30 Putra, KU 40 Putra, KU 50 Putra, dan KU 30 Putri atas prestasi yang diraih. Semoga kejuaraan ini memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ekosistem sport tourism di Jakarta dan Indonesia,” ujarnya.
Menurut Pramono, Jakarta akan terus membuka diri untuk menjadi tuan rumah berbagai kegiatan olahraga berskala nasional maupun internasional.
Baca juga: Jakarta Bidik Top 50 Global City 2030, Blok M hingga Kota Tua Direvitalisasi
Soekarno Run, Olahraga yang Menyatukan Berbagai Generasi

Digelar pada 15 Februari 2026 di Parkir Timur Gelora Bung Karno (GBK), ajang lari merakyat yang diinisiasi oleh Soekarno Fest ini sukses menyedot perhatian publik dengan partisipasi mencapai 10.000 pelari.
Tren olahraga lari juga terus menunjukkan pertumbuhan signifikan di Jakarta. Salah satunya melalui gelaran Soekarno Run Runniversary 2026 yang menghadirkan kategori 5 kilometer, 10 kilometer, hingga kategori pelajar yang dilengkapi program beasiswa pendidikan.
Bagi sebagian peserta, kegiatan ini bukan sekadar mengejar catatan waktu terbaik. Lari telah menjadi sarana membangun gaya hidup sehat sekaligus mempererat interaksi sosial di tengah kesibukan kota.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menilai kegiatan olahraga publik memiliki dampak sosial yang luas bagi masyarakat perkotaan.
“Kegiatan olahraga publik seperti Soekarno Run memiliki nilai strategis karena tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga membangun kebersamaan, solidaritas sosial, serta karakter masyarakat kota,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Gubernur Pramono Anung mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global yang sehat, inklusif, dan berdaya saing.
“Melalui Soekarno Run Runniversary 2026, kami berharap olahraga dapat menjadi ruang perjumpaan lintas generasi yang meneguhkan identitas kebangsaan sekaligus memperkuat komitmen membangun Jakarta yang sehat, inklusif, dan berdaya saing global,” kata Pramono.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Jakarta-Jadi-Kota-Olahraga-Dunia-Ini-Geliat-Sport-Tourism-nya.jpg)