Harga BBM Naik
Pengamanan Demo di Jakarta, Kapolda Metro Larang Personel Bawa Senjata Api: Harus Humanis
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri melarang para personel membawa senjata api saat mengamankan aksi demo di Jakarta.
Ketua BEM FISIP UHO Zacky Fahmi mengatakan kenaikan BBM membuat hidup masyarakat semakin berat.
Buntutnya harga-harga kebutuhan pokok melonjak dan biaya transportasi serta akomodasi bisa meroket.
"Ketika inflasi terjadi akibat kenaikan BBM yang hari ini kita diamkan maka persoalan ini akan menyentuh langsung kehidupan masyarakat, mulai dari tukang ojek, buruh, nelayan, petani, pedagang kecil, hingga para pekerja yang setiap hari berjuang memenuhi kebutuhan keluarganya," ungkapnya, dikutip dari Kompas.com, Jumat.
Zacky juga menegaskan demo dilakukan bukan untuk menciptakan kekacauan. Pihaknya berharap aspirasi yang dibawa bisa didengar orang-orang berkuasa.
"Suara rakyat bukanlah suara yang harus diabaikan. Suara rakyat adalah amanah yang wajib didengar, kita tidak datang untuk menciptakan kekacauan.
"Tapi, untuk mengingatkan bahwa tujuan pembangunan adalah menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia," tandasnya.
Rencananya, BEM FISIP UHO akan kembali menggelar demo setelah melakukan konsolidasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) lintas jurusan maupun kampus lain di Kota Kendari.
Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Jabar
Sehari setelah aksi di Kendari, puluhan mahasiswa di Kota Bandung juga turun ke jalan demo kenaikan BBM.
Mereka berasal dari kampus Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), dan Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM).
Peserta aksi mengepung Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, untuk menyampaikan aspirasinya.
"Kami adalah mahasiswa dan rakyat Indonesia yang marah terhadap berbagai kebijakan pemerintah," kata Koordinator aksi, M. Ali Ibrahim, dikutip dari TribunJabar.com.
Ali dalam kesempatannya memastikan aksi demo kali ini bukan yang terakhir.
Pihaknya siap membawa masa lebih banyak lagi jika aspirasi tak ditanggapi.
"Kalau hari ini tidak didengarkan, tentu kami akan hadir lagi dengan eskalasi yang lebih besar."
"Tetapi yang perlu ditegaskan, sebesar apa pun aksinya nanti, kami tetap berkomitmen melaksanakan aksi damai sesuai amanat undang-undang," tandasnya.
(Tribunnews/Febri/Reynas Abdilla/Endra/TribunJakarta.com/Wahyu Septiana/TribunJabar.com/Nazmi Abdurrahman)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kapolda-Metro-Jaya-Komjen-Pol-Asep-Edi-Suheri-memberikan-arahan.jpg)