Breaking News:
Majelis Perwakilan Rakyt Republik Indonesia

Hidayat Nur Wahid: Agenda Pilkada dalam Rangka Menguatkan NKRI   

Kebahagiaan untuk semua, tidak boleh orang per orang, tidak boleh kelompok per kelompok, tapi kebersamaan.

Editor: Content Writer
dok. MPR Ri

“Jangan lupa itu visi Indonesia,” ujar anggota MPR dari Fraksi PAN ini.  Jadi, Pilkada di Papua, di Aceh atau di mana pun dari Miangas sampai Rote itu hanya soal konfigurasi politik kedaerahan. “Tetapi visi besar NKRI-nya sesuai visi konstitusi,” katanya.

Sedangkan misinya ada pada alinea keempat Pembukaan UUD NRI Tahun 1945, bunyinya: ‘Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang  melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut serta dalam ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.’

Jadi, menurut Ali Taher, tujuan visi misi ini adalah untuk membangunkan kesejahteraan dan kebahagiaan bersama, happines for all. Kebahagiaan untuk semua, tidak boleh orang per orang, tidak boleh kelompok per kelompok, tapi kebersamaan.

“Di situlah sebenarnya tugas pemimpin. Siapapun yang terpilih bertugas untuk menggeser air mata kemiskinan menjadi air mata kebahagiaan,” ujarnya.

Sementara H. Johan Rosihan, anggota MPR fraksi PKS, menyatakan bahwa Pilkada adalah penerjemahan dari sila keempat dari Pancasila, yaitu: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Jadi, menurut Johan, rakyat dalam memilih pemimpin harus dengan cara-cara yang hikmat dan bijak.

Oleh karenanya, Johan mengaku, setiap kali melaksanakan kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR atau dengar pendapat dengan masyarakat selalu mengimbau, dalam pelaksanaan Pilkada agar menghadirkan nilai-nilai Pancasila. “Karena di dalam Pilkada ada nilai-nilai Pancasila, terutama sila keempat,” katanya.

Tapi, sebagai satu kesatuan nilai maka sila keempat dari Pancasila tidak bisa dipisahkan dengan sila-sila lainnya. Karenanya, dalam pelaksanaan Pilkada yang hikmat dan bijaksana, harus tetap melahirkan nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, yang ujungnya nanti melahirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Karenanya, saya selalu sampaikan kepada teman-teman, calon kepala daerah, mari lahirkan atau hadirkan Pancasila dalam Pilkada,” ujar Johan.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved