Teroris Klaten
Keluarga Yuli Harsono Ikuti Identifikasi Jenazah ke RS Polri
Demi memastikan apakah korban tewas dalam penggerebekan teroris oleh Tim Densus 88 di Klaten, Jateng pekan lalu Yuli Harsono, pihak keluarga Senin (28/6) sore pukul 16.00 WIB berangkat ke Rumah Sakit Polri di Jakarta.
TRIBUNNEWS.COM, KEBUMEN - Demi memastikan apakah korban tewas dalam penggerebekan teroris oleh Tim Densus 88 di Klaten, Jateng pekan lalu Yuli Harsono, pihak keluarga Senin (28/6) sore pukul 16.00 WIB berangkat ke Rumah Sakit Polri di Jakarta.
Sebelumnya, tim kesehatan dari Poliklinik Polres Purworejo (Jateng) telah mengambil sampel darah korban yang diduga Yuli Harsono itu.
Keluarga Yuli Harsono diwakili ayahnya, Salimun Ashari (70) dan adik iparnya, Ali. Ikut mendmapingi dua orang itu, yakni kuasa hukumnya, Muhammad Kurniawan dari Islamic Studies and Action Center (ISAC) Solo dan Sekretaris ISAC Endro Sudarsono.
Rombongan berangkat dari rumah orang tua Yuli Harsono di RT 17 RW 5 Dusun Duwet Desa Kuwayuhan, Kecamatan Pejagoan Kebumen. Mereka berangkat ke Jakarta melalui perjalanan darat dengan menggunakan mobil Xenia warna merah hati Nopol AD 9082 ND milik rombongan dari ISAC Solo. Mereka juga membawa dokumen dan sejumlah persyaratan pendukung seperti yang diminta oleh pihak Mabes Polri.
"Keberangkatan kami ke Jakarta bersama keluarga Yuli Harsono, untuk melakukan identifikasi terhadap jenazah Yuli Harsono. Proses ini sangat penting untuk memastikan apakah Yuli yang diberitakan tewas ditembak Densus 88 itu adalah benar-benar putra dari Salimun," kata Muhammad Kurniawan.
Muhammad Kurniawan sengaja membawa orang tua Yuli, agar bisa melakukan cek fisik jenazah Yuli Harsono. "Pihak keluarga tentu sangat paham dengan fisik dan ciri-ciri anaknya tersebut. Jika jenazah itu benar-benar Yuli Harsono, maka kami bersama keluarga akan langsung meminta Mabes Polri untuk membawa pulang ke Kebumen. Kami berharap, jenazah Yuli bisa dimakamkan di kampung halamannya, dan masyarakat setempat bisa menerima itu dengan baik, " kata Kurniawan.
Seperti diketahui, Yuli Harsono (33) yang tewas dalam penggerebekan Tim Densus 88 di Dukuh Cungkrungan, Desa Blang Wetan, Klaten Utara, Klaten , Jateng Rabu (23/6/2010) petang, ternyata seorang disersi anggota TNI di Bandung. Setelah disersi, Yuli memilih menjadi pedagang pakaian dan sandal keliling. Istri Yuli, Siti Istinganah (34) bekerja sebagai bidan desa di Puskesmas Pembantu (Pustu) Kledung Karangdalem Kecamatan Banyuurip, Purworejo (Jateng).
Menurut warga Desa Kledung Karangdalem, Yuli Harsono memang tercatat sebagai warga desa ini. Namun warga di sini sebagian besar menolak jenazah Yuli untuk dimakamkan di pemakamanan desa ini. Alasannya karena dia diduga terlibat sebagai pelaku teroris.