Jumat, 10 April 2026

Pinjam BNI Rp 600 Miliar untuk Pengadaan Alutsista

Untuk pertama kalinya, pemerintah meminjam uang ke bank dalam negeri untuk pembiayaan proyek alutsista.

Penulis: Iswidodo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Untuk pertama kalinya, pemerintah meminjam uang ke bank dalam negeri untuk pembiayaan proyek alutsista. Pinjaman sebesar Rp 600 miliar itu untuk pembiayaan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) TNI/Polri.

Penandatanganan hal tersebut dilakukan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto dan Dirut BNI Gatot Suwondo, Senin (04/10) di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta. Disaksikan oleh Menkeu Agus Martowardoyo, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, dan Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawaty.

Pinjam uang ke bank dalam negeri ini  berbeda dengan biasanya, karena selama ini pemerintah hanya mengandalkan pembiayaan proyek APBN seperti Alutsista dari Pinjaman Luar Negeri maupun kredit ekspor.

"Dengan pinjaman ini pemerintah dapat mengurangi ketergantungan pembiayaan proyek-proyek dari pinjaman luar negeri sekaligus membantu menyehatkan perbankan dalam negeri," papar Menkeu dikutip depkeu.go.id.

Ia mengungkapkan, dalam proses pengadaan Alutsista selama ini, pemerintah selalu menggunakan pinjaman luar negeri, di mana  dilakukan antara supplier barang Alutsista dan pemberi kredit, sehingga mengakibatkan posisi mereka terlalu dekat dan membuat posisi tawar pemerintah Indonesia melemah.

"Tapi sekarang ini kita akan jaga proses pengadaannya secara terpisah dengan pembiayaan, ini akan  optimal dari segi pembiayaannya," ungkap Menkeu.  (*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved