Polemik Ahmadiyah
Tjahjo: Konflik Horizontal Akibat Buruknya Kinerja Intelejen
Konflik yang belakangan kerap terjadi, diduga buruknya kinerja intelejen yang tidak terstruktur dengan baik.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konflik yang belakangan kerap terjadi, diduga buruknya kinerja intelejen yang tidak terstruktur dengan baik. Terkesan, pola kerja intelijen Indonesia bersifat taktis semata.
"Menurut saya, penanganan setiap kasus yang terjadi selalu berakibat konflik dalam masyarakat. Itu karena kerja intelejen kita yang tidak terstruktur strategis. Hanya melakukan pola operasional intelejen taktis semata dan gerakannya mempertemukan - mempolakan kelompok-kelompok dalam masyarakat untuk bisa saling berhadapan," kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo, Sabtu (26/03/2011).
"Yang mana,remote kontrolnya digerakkan. Ini yang mengakibatkan kegamangan aparat-aparat dibawah untuk mengambil sikap karena signalnya demikian," kata Tjahjo.
Kasus Cikeusik dan Temanggung misalnya, lanjut Tjahjo, aparat dibawah sulit bergerak karena sinyal yang diterima sama, dan dari operator yang sama.
"Ironis memang. Dan ini dilihat Amerika yang selalu mempunyai kepentingan strategis di Indonesia. Kecenderungan sekarang (Amerika), mulai kurang happy dengan pemerintah. Apapun, Amerika pada titik akhir berpihak kepada mayoritas rakyat demi mempertahankan kekuasaannya dimata internasional dan rakyatnya," papar Tjahjo.
Ia kemudian mencontohkan, beberapa kasus yang terjadi di negara-negara Timur Tengah. Kasus Mesir, dan kasus lain yang terjadi.